ItWorks.id – Transformasi digital PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance/WOMF) untuk mendorong pertumbuhan bisnis pembiayaan yang lebih efisien dan berkelanjutan terus berjalan lancar.
Perusahaan tidak hanya mengusung startegi yang bertumpu pada pengembangan aplikasi dan modernisasi infrastruktur teknologi informasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun mesin pertumbuhan organik yang mampu mengubah visibilitas digital menjadi calon konsumen dan transaksi pembiayaan.
Langkah tersebut menjadi salah satu fokus WOM Finance dalam paparan pada proses penjurian TOP Digital Awards 2026. Perusahaan mengintegrasikan strategi pemasaran digital, pengembangan aplikasi KAWAN, pembaruan sistem pembiayaan, serta penguatan keamanan siber untuk mendukung ekspansi bisnis dan meningkatkan pengalaman konsumen.
Chief Technology Officer WOM Finance Felix Priscellius menjelaskan, fokus perusahaan pada 2026 adalah mempercepat dampak digitalisasi terhadap bisnis, membuka lini pembiayaan baru, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan perlindungan terhadap ancaman siber.
Menurut Felix, digitalisasi harus mampu menjawab kebutuhan operasional sekaligus mendukung pengembangan bisnis. Karena itu, WOM Finance mengembangkan aplikasi pembiayaan baru untuk mobil dan alat berat, memperluas ekosistem digital, serta memperbarui infrastruktur teknologi informasi yang digunakan perusahaan.
“Fokus kami pada 2026 adalah akselerasi bisnis, inovasi lini pembiayaan baru, penguatan tata kelola, dan proteksi siber yang adaptif,” jelas Felix dalam presentasi penjurian TOP Digital Awards 2026 yang digelar secara daring, Kamis (22/10/2026).
Dari sisi bisnis, WOM Finance tengah mempersiapkan pengembangan pembiayaan mobil baru dan alat berat. Lini tersebut diharapkan memperluas jangkauan perusahaan, khususnya pada segmen produktif, korporasi, dan komersial. Perusahaan juga mengembangkan pembiayaan syariah melalui produk HajiKu dan memperkuat sinergi dengan ekosistem Maybank Group, termasuk untuk mendorong pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bagi WOM Finance, pengembangan bisnis tersebut membutuhkan dukungan sistem digital yang mampu mempercepat proses akuisisi, memudahkan pengajuan pembiayaan, serta menjaga kualitas analisis risiko kredit.
Membangun Pertumbuhan Organik
Digital Initiative Department Head WOM Finance Aditya Rukmana menjelaskan, strategi pemasaran digital perusahaan telah dikembangkan secara bertahap sejak 2023. Pada fase awal, WOM Finance membangun kebijakan digital untuk memastikan komunikasi perusahaan di berbagai kanal berjalan konsisten.
Kebijakan tersebut diperlukan karena banyaknya karyawan dan luasnya jaringan perusahaan berpotensi membuat aktivitas komunikasi digital tersebar di berbagai akun. WOM Finance kemudian memperkuat pengelolaan aset digital secara terpusat, termasuk akun media sosial dan profil perusahaan di Google.
Pada 2024, perusahaan berfokus meningkatkan reputasi digital. Pengelolaan Google Business Profile atau Google My Business, misalnya, semakin tersentralisasi agar informasi perusahaan dan jaringan layanannya lebih konsisten serta mudah ditemukan konsumen.
Memasuki 2025, WOM Finance memperluas kemitraan strategis melalui integrasi API pihak ketiga dan microsite mitra. Kedua sarana tersebut dirancang untuk menyederhanakan proses pengajuan calon konsumen dari mitra bisnis.
Melalui microsite, mitra dapat membagikan kode QR yang mengarahkan calon konsumen untuk mengisi data pengajuan. Setelah calon konsumen masuk ke dalam proses pemasaran hingga menjadi transaksi pembiayaan, mitra dapat memperoleh manfaat dari kerja sama tersebut.
Pada 2026, strategi tersebut memasuki tahap pengembangan sustainable organic growth engine, yakni mesin pertumbuhan organik yang diharapkan menghasilkan calon konsumen berkualitas tanpa ketergantungan besar pada iklan berbayar.
Aditya menjelaskan, sebelumnya WOM Finance mengalokasikan anggaran pemasaran digital, antara lain, untuk iklan di Google dan Meta. Belanja tersebut digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap merek sekaligus menghasilkan leads yang dapat dikonversi menjadi transaksi.
Namun, perusahaan kemudian mengembangkan pendekatan yang lebih efisien dengan mengoptimalkan aset digital miliknya, seperti situs web, aplikasi KAWAN, mesin pencari, media sosial, dan kanal komunikasi langsung dengan konsumen.
“Pada tahun ini, kami berfokus membangun growth engine secara organik. Kami ingin aset digital yang dimiliki dapat menghasilkan leads dan bisnis tanpa harus terus-menerus bergantung pada iklan,” kata Aditya.
Strategi itu mencakup optimalisasi search engine optimization (SEO), penguatan konten dan tautan internal situs web, peningkatan kemudahan penggunaan aplikasi, serta pemantauan kinerja pemasaran secara terintegrasi.
Hasilnya, berdasarkan materi presentasi WOM Finance, visibilitas situs web meningkat 53% secara tahunan (year on year/YoY), sementara posisi rata-rata di mesin pencari membaik 43%. Pada saat yang sama, biaya iklan digital dapat ditekan 75% dibandingkan periode pembanding dalam laporan tersebut.
Perusahaan juga mencatat pertumbuhan pada kanal aplikasi. Tingkat penyelesaian pengajuan melalui aplikasi meningkat 7% YoY, jumlah leads tumbuh 39,3%, dan nilai penyaluran pembiayaan baru atau new financing transaction (NTF) meningkat 113% YoY.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa optimalisasi kanal digital tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jangkauan merek, tetapi juga untuk menghasilkan dampak bisnis yang terukur. Meski demikian, keberlanjutan pertumbuhan organik tetap bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga kualitas calon konsumen, meningkatkan konversi, dan mempertahankan kualitas pembiayaan.
KAWAN sebagai Pintu Layanan Digital
Salah satu instrumen penting dalam strategi tersebut adalah aplikasi KAWAN. Aplikasi ini dikembangkan untuk memudahkan konsumen mengakses layanan pembiayaan, melakukan pembayaran angsuran, serta mengikuti program loyalitas.
Melalui KAWAN, calon konsumen dapat mengajukan pembiayaan secara daring, termasuk pembiayaan multiguna dengan jaminan BPKB kendaraan dan pembiayaan motor baru. Aplikasi juga menyediakan fitur simulasi agar calon konsumen dapat menyesuaikan pilihan pembiayaan dengan kebutuhannya.
Untuk pembayaran, konsumen tidak harus selalu datang ke kantor cabang atau minimarket. Pembayaran angsuran dapat dilakukan melalui aplikasi. Sementara itu, program loyalitas memungkinkan transaksi konsumen dikonversi menjadi poin yang dapat ditukar dengan potongan angsuran.
Dalam presentasi tersebut, WOM Finance menyebut aplikasi KAWAN telah mencapai lebih dari 650.000 unduhan. Sekitar 40% konsumen telah terverifikasi, sedangkan perusahaan menargetkan tingkat verifikasi lebih dari 60%.
Aditya menjelaskan, peningkatan adopsi aplikasi juga didukung oleh optimalisasi app store optimization (ASO), perbaikan tampilan dan ajakan bertindak (call to action/CTA), serta penyederhanaan perjalanan pengajuan. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berupaya meningkatkan kemungkinan calon konsumen menyelesaikan proses pengajuan hingga menjadi transaksi.
Untuk memastikan strategi berjalan efektif, WOM Finance juga mengembangkan dasbor otomatis, integrasi data melalui API, dan funnel tracking. Sistem ini membantu perusahaan memantau tahapan perjalanan calon konsumen, mulai dari kunjungan dan pengajuan hingga realisasi pembiayaan.
Data tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi tahapan yang belum optimal dan menentukan perbaikan yang diperlukan. Perusahaan menyampaikan bahwa penerapan analitik dan otomatisasi turut memangkas waktu penyusunan laporan atau SLA reporting hingga dua hari, sehingga informasi untuk pengambilan keputusan manajemen dapat tersedia lebih cepat.
Digitalisasi juga dihubungkan dengan dampak pembiayaan terhadap usaha konsumen. Dalam materi penjurian, WOM Finance menampilkan kisah pelaku UMKM yang mengembangkan usaha peternakan ayam dan warung sembako setelah memperoleh pembiayaan. Usaha tersebut kemudian mampu mempekerjakan 15 orang.
Kisah itu menggambarkan bahwa digitalisasi tidak berhenti pada transaksi melalui aplikasi. Pada akhirnya, layanan digital diharapkan membantu mempertemukan kebutuhan pendanaan konsumen dengan proses pembiayaan yang lebih mudah dan efisien.
Modernisasi Infrastruktur dan Keamanan Siber
Di balik pengembangan layanan digital, WOM Finance juga memperkuat fondasi teknologi informasi. Felix menjelaskan bahwa perusahaan menjalankan pembaruan sistem secara bertahap, mulai dari modernisasi sistem inti pembiayaan hingga penguatan infrastruktur dan pertahanan siber.
Pada periode 2018–2020, perusahaan membangun fondasi melalui penerapan sistem inti baru, verifikasi elektronik atau e-KYC, pengelolaan dokumen, serta persetujuan kredit otomatis. WOM Finance juga mengembangkan disaster recovery center (DRC) berbasis cloud dan ruang kerja digital untuk mendukung operasional.
Pada 2021–2023, pengembangan berlanjut dengan peluncuran aplikasi KAWAN, credit engine, tanda tangan digital, serta penguatan akses melalui autentikasi dua faktor. Pada 2024–2025, perusahaan memperluas ekosistem melalui pembiayaan syariah, API pihak ketiga, analisis kode sumber, modernisasi jaringan, dan peningkatan kapasitas pusat data.
Memasuki 2026, fokusnya mencakup ekspansi aplikasi pembiayaan mobil baru dan alat berat, pembaruan perangkat yang sudah usang, serta penerapan pertahanan siber generasi baru. Salah satu inisiatifnya adalah penggunaan antivirus dengan dukungan kecerdasan buatan (AI).
Menurut Felix, pendekatan keamanan perlu terus berkembang mengikuti perubahan ancaman. Perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan pembaruan basis data atau signature antivirus, tetapi juga perlu meningkatkan kemampuan mendeteksi dan merespons ancaman.
“Keamanan menjadi hal yang sangat penting bagi kami. Karena itu, kami melakukan pembaruan perangkat server, jaringan, serta perangkat kerja, sekaligus mengembangkan perlindungan menggunakan AI,” ujar Felix.
Arsitektur keamanan WOM Finance dibangun melalui beberapa lapisan. Perlindungan perangkat mencakup antivirus generasi baru berbasis AI. Pada lapisan akses dan jaringan, perusahaan menerapkan firewall generasi baru, pengamanan akses, serta pemantauan lalu lintas jaringan. Sementara itu, lapisan pertahanan data dan ancaman mencakup Network Detection and Response (NDR), sistem intelijen ancaman, dan perlindungan data nasabah.
Sistem inti yang dilindungi meliputi basis data lebih dari 263.000 konsumen, sistem pembiayaan, credit engine dan penilaian kredit, serta aplikasi KAWAN dan API. Perusahaan menyatakan pemantauan keamanan dilakukan selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, sepanjang tahun melalui pengelolaan informasi keamanan dan pusat operasi keamanan atau SIEM dan SOC.
Felix juga menyampaikan bahwa perusahaan mempertahankan sertifikasi ISO 27001:2022 dengan hasil zero finding dalam audit yang dipaparkan. Selain itu, audit teknologi informasi dilakukan secara berkala, lebih dari 10 kali dalam setahun menurut materi presentasi. Perusahaan menargetkan kepatuhan penuh terhadap ketentuan perlindungan data pribadi, termasuk Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.
Dari sisi keandalan layanan, WOM Finance menargetkan tingkat ketersediaan sistem atau service level agreement (SLA) di atas 99,9%. Infrastruktur perusahaan mengombinasikan pusat data kolokasi Tier 3 dengan DRC berbasis cloud serta jalur jaringan yang dirancang untuk menjaga ketersediaan dan mendukung pemulihan apabila terjadi gangguan.














