ItWorks.id – PT BPR Bank Bapas 69 (Perseroda), bank milik Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terus mengembangkan layanan perbankan digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah. Namun, di tengah transformasi digital industri perbankan, Bank Bapas 69 tetap mengedepankan pendekatan humanis guna menjaga kepercayaan masyarakat.
Strategi tersebut diwujudkan melalui pengembangan ekosistem digital dan teknologi informasi (TI) yang mencakup layanan transaksi nasabah, digitalisasi operasional internal, serta penguatan infrastruktur dan keamanan sistem informasi.
Kepala Seksi Teknologi Informasi Bank Bapas 69, Rapier Hendrik Sasongko, menjelaskan bahwa pengembangan digital banking dilakukan untuk memudahkan nasabah mengakses layanan perbankan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Salah satu inisiatif yang dikembangkan adalah aplikasi mobile banking Quick Bapas. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan nasabah melakukan transaksi nontunai dan memantau informasi rekening melalui telepon seluler. Saat ini, aplikasi tersebut masih dalam proses perizinan.
Selain itu, Bank Bapas 69 mengintegrasikan layanan pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Payment Point Online Bank (PPOB). Integrasi ini diharapkan dapat memperluas kemudahan transaksi sekaligus mendukung perkembangan ekosistem ekonomi digital di wilayah Magelang.
Meski demikian, transformasi digital tidak lantas menghilangkan interaksi langsung dengan nasabah. Bank Bapas 69 tetap mengombinasikan layanan berbasis teknologi dengan pelayanan konvensional yang mengedepankan pendekatan personal.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya bank dalam menjaga hubungan dengan masyarakat, terutama nasabah yang masih membutuhkan pendampingan dalam menggunakan layanan digital.
Digitalisasi Operasional dan Budaya Kerja
Di sisi internal, Bank Bapas 69 mengembangkan digitalisasi untuk mendukung efektivitas proses kerja dan meningkatkan produktivitas pegawai. Salah satu fondasinya adalah core banking system yang digunakan untuk mengintegrasikan proses pembukuan dan pengelolaan data transaksi perbankan.
Bank ini juga memanfaatkan sejumlah aplikasi pendukung, antara lain FormKita, Portal Kepatuhan, HRM 69, dan Sistem Informasi Perkreditan.
FormKita membantu mempercepat proses kerja pegawai melalui mekanisme digital sehingga berbagai aktivitas dapat dilakukan secara lebih efisien tanpa selalu memerlukan pertemuan tatap muka. Sementara itu, Portal Kepatuhan dan HRM 69 mendukung pengelolaan kepatuhan serta sumber daya manusia.
Adapun Sistem Informasi Perkreditan dikembangkan untuk mendukung pengelolaan layanan kredit. Kehadiran berbagai aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja digital di lingkungan perusahaan.
Melalui pemanfaatan aplikasi berbasis web dan sistem daring, Bank Bapas 69 berupaya menciptakan proses kerja yang lebih terintegrasi, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan bisnis perbankan.
Keamanan TI dan Komitmen Pelayanan
Seiring dengan pengembangan layanan digital, aspek keamanan siber dan perlindungan data menjadi bagian penting dalam pengelolaan teknologi informasi Bank Bapas 69. Perusahaan mempertimbangkan aspek keamanan dalam pengembangan aplikasi digital untuk menjaga keandalan sistem dan kepercayaan nasabah.
Dalam pengelolaan layanan TI, Bank Bapas 69 juga mengadopsi kerangka kerja manajemen layanan teknologi informasi, seperti ITIL V3, sebagai acuan dalam pengelolaan strategi dan operasional sistem informasi.
Paparan mengenai pengembangan teknologi informasi dan layanan digital tersebut disampaikan Rapier saat sesi penjurian TOP Digital Awards 2026 yang digelar secara daring oleh Majalah ItWorks, Senin (26/10/2026).
Di sisi lain, Direktur Utama PT BPR Bank Bapas 69 (Perseroda), Rohmad Widodo, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Magelang.
“Selain itu juga akan memperluas akses permodalan, serta mendorong inklusi keuangan di berbagai lapisan masyarakat dan tidak lupa terus mengembangkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan oleh masyarakat,” jelas Rohmad.
Komitmen tersebut menempatkan pengembangan teknologi digital sebagai salah satu instrumen untuk memperluas akses layanan keuangan. Dengan memadukan kemudahan teknologi, efisiensi operasional, dan pendekatan pelayanan yang humanis, Bank Bapas 69 berupaya menjaga kepercayaan nasabah sekaligus mendukung perkembangan UMKM dan inklusi keuangan di Kabupaten Magelang.














