ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

OJK Siapkan Regulasi Lanjutan Pendukung Fintech

Ahmad Churi
29 August 2017 | 22:05
rubrik: Digital, Fintech
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech- Mengantisipasi kian berkembangnya layanan keuangan digital atau financial technology (fintech), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan regulasi lanjutan yang kini tengah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait lain. Regulasi ini selain untuk mendorong ekosistem bagi perkembangan fintech di Indonesia, juga dalam rangka memberikan perlindungan maupun aspek pengawasan demi kenyamanan masyarakat.

Sesuai dengan tugas dan kewenangannya, OJK akan terus memantau tren yang berkembang di jasa layanan fintech yang kian berkembang, baik yang datang dari luar negeri maupun dari para pelaku lokal, dengan menyiapkan aturan pendukung yang lebih komprehensif.

Adapun ruang lingkup aturan yang sedang disiapkan terekait Fintech ini, terutama aturan mengenai model bisnis, aturan perlindungan konsumen, termasuk  aturan manajemen risiko. Selain itu juga aturan terkait sistem monitoring untuk memantau pelaporan bisnis dari para pelaku financial technology (fintech) yang belakangan ini makin marak.

“Kita akui dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia menjadi potensi pasar yang kian banyak diincar bagi pelaku fintech, termasuk dari luar negeri. Saat ini cukup banyak pelaku fintech yang terda‎ftar di OJK, termasuk yang masih dalam berproses mendapatkan izin. Yang resmi bergabung saat sekitar 16 perusahaan fintech, 44 di antaranya sedang dalam proses memperoleh status pendaftar, dan 35 sudah menyampaikan penyataan minat,” ungkap Hendrikus Passagi, Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK kepada wartawan, di sela acara Diskusi “P2B Lending: Cara Cerdas Untuk Mendiversifikasi Investasi di Era Digital” yang diselenggarakan Crowdo, (29/8), di Jakarta.

Sebelumnya, terkait fintech juga telah dikeluarkannya Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016, tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Di dalam aturan tersebut, OJK mengatur berbagai hal yang harus ditaati oleh penyelenggara bisnis pinjaman dari pengguna ke pengguna, atau yang biasa disebut dengan peer to peer lending (P2P lending). Sehingga pada akhirnya ini akan melindungi kepentingan konsumen terkait keamanan dana dan data, termasuk kepentingan pemerintah dari aspek stabilitas sistem keuangan. Perusahaan Fintech yang masuk dalam otorisasi OJK bisa terdiri dari berbagai jenis usaha seperti investasi, pembiayaan, pinjam meminjam (peer to peer lending), crowd funding, chanelling kredit dan sebagainya.

BACA JUGA:  Kominfo Minta OJK Blokir Rekening Bank Terkait Judi Online

“Sebenarnya aturan terkait fintech ini bukan hanya dari OJK, namun juga Bank Indonesia (BI) misalnya dari aspek payment system. Sedang OJK lebih menekankan dari aspek pinjam meminjam maupun regulasi pendukung terkait aturan investasi maupun pengawasan, apalagi mereka juga menggalang dana invetasi dari masyarakat. Karena itu, terkait penyusunan aturan ini, kita juga sinkronkan dengan pihak lain terkait, seperti BI,“ ujarnya.

Menurutnya, upaya membuat peraturan yang lebih komprehensif akan terus dilakukan, agar semua pihak, baik pelaku usaha maupun masyarakat bisa sama-sama meraih keuntungan dan manfaat dari adanya fintech ini. Ditambahkan, dari 16 perusahaan yang sudah terdaftar, terdapat delapan fintech yang sudah melaporkan aktivitas pinjaman yang diberikan. Secara akumulasi dari delapan pelaku fintech tersebut, jumlah pinjaman yang disalurkan totalnya hampir Rp 1 triliun.

Ditegaskan, dari sisi pemerintah sebenarnya soal kualitas yang bisa diberikan oleh setiap fintech dalam memberikan pinjaman, tidak semata dilihat dari nominal. Namun yang lebih penting juga penyebarannya, di mana tak hanya fokus di kota-kota besar seperti di Pulau Jawa, namun juga diarahkan agar bisa melayani banyak orang dan tersebar luas di luar pulau Jawa.

“Misal ada fintech yang bisa memberikan pinjaman ‎satu triliun rupiah, tapi hanya kepada satu orang saja. Itu sih sama saja, yang terjadi nanti yang kaya dan sudah punya usaha besar, bakal makin kaya, tetapi yang susah dan sulit dapat pinjaman tetap susah. Makanya yang hebat itu bukan soal berapa uang yang sudah dipinjamkan, tetapi berapa banyak orang yang sudah dilayani dan juga menikmati adanya fintech ini,” tandasnya.

Meski demikian, diakui sebagai pelaku bisnis, prinsip kehati-hatian tetap tak bisa diabaikan. Sebab sangat mudah untuk memperoleh siapa yang mau memberikan pinjaman. Hanya saja kendala justru muncul saat memilih siapa yang bisa men‎dapatkan pinjaman tersebut. “Harus sangat hati-hati untuk melihat siapa yang layak diberikan pinjaman karena ini juga berisiko,” ujarnya.

BACA JUGA:  IOH Fokus Pengembangan Talenta Digital Indonesia

Dalam diskusi ini juga menghadirkan pembicara Leo Shimada, selaku Co-Founder dan CEO Crowdo yang lebih banyak sharing tentang keberadaan Crowdo. Saat ini katanya, Crowdo sebagai salah satu platform Peer to Businees (P2B) Lending yang sudah terdaftar di OJK. Crowdo yang berbasis di Singapura ini, berkomitmen mendukung edukasi bagi masyarakat agar mereka bisa makin mengetahui tentang fintech, termasuk skema P2B lending. Hal ini sesuai dengan misi Crowdo yang ingin turut serta mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai fintech dan P2B Lending utamanya.(Red-AC)

Previous Post

BPPT-SAAB Swedia Alih Teknologi Pertahanan Bawah Air

Next Post

Denny Santoso Luncurkan Buku Digital Marketing

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Autonomous Business Jadi Masa Depan Dunia Usaha, AI Ubah Perusahaan Lebih Mandiri dan Proaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oppo Rilis Dua Smartphone A Series Terbaru di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto