Jakarta, Itech- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), meluncurkan buku “Outlook Energi 2017” dalam acara Forum Inovasi Integrasi Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM). Selain Buku Outlook, BPPT meluncurkan aplikasi Government Cloud Simral atau e-Budgeting yang disaksikan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.
Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM) BPPT, Hammam Riza mengatakan, teknologi Simral ini berbasis cloud yang bisa dimanfaatkan untuk melaporkan keuangan daerah. Apalagi, aparat desa memang perlu memiliki kapasitas dan kemampuan dalam memanfaatkan Simral. Namun diyakini, aparat desa yang sudah terbiasa dengan sistem keuangan dan pembangunan desa akan terbiasa dalam pengoperasiannya.
“BPPT berusaha mengintegrasikan dan membangun master data bagi Kementerian Desa. Bahkan, d banyak teknologi tepat guna lainnya yang bisa dimanfaatkan dalam membangun desa. Apalagi saat ini terdapat 74.910 desa di seluruh Indonesia,” katanya di Jakarta, (12/11).
Disisl lain, Inovasi Tracking Order, yakni fasilitas layanan pelanggan berbasis web (melalui single portal layanan teknologi BPPT) untuk mengetahui status progres orderan. “Dengan demikian bisa mengecek prosesnya orderan melalui website secara online. Tracking Order ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan,” jelas Hammam.
Sementara itu, Kepala BPPT Unggul Priyanto saat peluncuran buku Outlook Energi 2017 bertema Inisiatif Pengembangan Teknologi Energi Bersih mengatakan, Buku BPPT-Outlook Energi Indonesia 2017 ini merupakan terbitan ke sembilan dengan tema Inisiatif Pengembangn Teknologi Energi Bersih. Beberapa kajian penting dari Outlook Energi Indonesia yakni Indonesia dari sisi energi primer, diprakirakan akan menjadi net importir energi tahun 2031.
Dia menjelaskan, untuk batubara akan terjadi pengurasan cadangan pada tahun 2049 bila pertumbuhan produksi batubara tetap tinggi. Dengan kondisi tersebut diperlukan segera meningkatkan eksplorasi dan eksploitasi migas non konvensional seperti shale gas yang prospektif.
Di samping itu, perlu mulai melaksanakan program transisi energi melalui peningkatan penggunaan energi yang efisien, penerapan teknologi energi bersih yang rendah karbon, dan elektrifikasi di sisi pengguna akhir. “Beberapa teknologi energi bersih yang prospektif untuk dikembangkan yaitu pembangkit listrik energi terbarukan, bahan bakar nabati (BBN), kendaraan listrik, industri hijau, dan bangunan hijau,” ungkap Unggul. (red)














