Jakarta, Itech- Menyambut tahun 2018, Kemenristekdikti telah aktif menyuarakan kebijakan, program dan pandangannya, untuk menghadapi Globalisasi Pendidikan dan RI 4.0 tersebut.
Urgensi untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia yang berkualitas, sehingga mereka menjadi SDM yang kompeten, mampu untuk berfikir inovatif, serta optimum menguasai bidang ilmunya, dan menerapkannya dalam dunia pekerjaannya, memperbaiki kualitas hidup manusia Indonesia, maupun dalam rangka berkontribusi terhadap pembangunan nasional, adalah tujuan utama dari Kemenristekdikti saat ini.
Menurut Parray (ILO, 2017), Indonesia harus memperbaiki kualitas tenaga kerjanya dengan teknologi digital dan berinovasi. Era ‘technology disruption’, memerlukan penguasaan kombinasi teknologi, seperti fisika, digital dan biologi (Schwab, 2017).
Menristekdikti Nasir mengatakan, beberapa disiplin ilmu yang berkembang dan perlu dikuasai oleh generasi muda Indonesia antara lain adalah: ‘Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), New Materials, Big Data, Robotics, Augmented Reality, Cloud Computing, Additive Manufacturing 3-D Printing, Nanotechnology, Biotechnology, Genetic Editing, e-Learning’. “Adopsi teknologi baru kedalam Revolusi Industri-4, juga ditandai dengan kemampuan SDM untuk melakukan berbagai terobosan inovasi, meningkatkan kemampuan untuk menggunakan informasi dari internet dengan optimum, memperluas akses dan meningkat proteksi Cyber Security,” katanya di Jakarta, Senin (29/1)
Dilanjutkan Nasir, Indonesia masuk dalam kategori Negara yang siap untuk menjalankan Revolusi Industri ke-4 tersebut. Hal ini merujuk kepada report awal dari “the preliminary 4IR Country Readiness Evaluation”, dimana Negara Indonesia dikatakan sebagai kandidat yang potensial dan siap untuk menyambut Revolusi Industri ke-4 (RI 4.0). Untuk ini, Indonesia yang mendapatkan keuntungan dari ‘foreign direct investment (FDI)’, terus menerus membangun infrastruktur dalam bidang pendidikan tinggi, untuk mempersiapkan 4 IR.
Solusi untuk Pendidikan Tinggi di Indonesia menghadapi RI 4.0 yaitu, pertama Human literacy (literasi manusia) adalah bagian dari bidang pendidikan secara umum, yang harus dikuasai oleh para mahasiswa. Kedua, Mata ajaran (courses) terkait Data dan technological literation (literasi data dan teknologi) harus ditawarkan kepada para masiswa/i.
Tercatat ada tiga literasi baru untuk memperbaharui pendidikan tinggi di Indonesia adalah Data Literation (Literasi Data), Technological Literation (Literasi Teknologi) dan Human Literation (Literasi Manusia)
Literasi Data adalah kemampuan untuk membaca, analisa dan menggunakan informasi dari Big Data dalam dunia digital. Sedangakn Literasi Teknologi adalah kemampuan untuk memahami sistem mekanika dan teknologi dalam dunia kerja, seperti ‘Coding’, ‘Artifical Intellence (AI)’, dan prinsip-prinsip teknik rekayasa (engineering principles).
Sementara itu, Literasi Manusia adalah dalam bidang Kemanusiaan, Komunikasi dan Desain (Rancangan) – yang perlu dikuasai oleh semua lulusan Sarjana di Indonesia. Khusus untuk Literasi Manusia, strategi yang harus diterapkan kepada generasi penerus adalah, mereka harus mampu berinteraksi dengan baik, tidak kaku, dapat melakukan pendekatan kemanusian dengan melaksanakan komunikasi yang baik dan berbobot, selain harus menguasi desain kreatif dan inovatif. (red/ju)














