Jakarta, Itech – Layanan pesan instan WhatsApp menjadi aplikasi pesan instan dengan pengguna terbanyak di dunia. Hal itu terungkap dari laporan Mark Zuckerbeg (CEO Facebook) yang
melaporkan performa bisnis perusahaan pada kuartal ke empat 2017.
Layanan chatting WhatsApp memiliki 1,5 miliar pengguna aktif bulanan alias monthly active users (MAU), meningkat 14 persen dibandingkan MAU WhatsApp pada Juli 2017 sebanyak 1,3 miliar.
WhatsApp menangani lebih dari 60 miliar pertukaran pesan antar-pengguna di seluruh dunia setiap harinya. Tentunya, jumlah itu akan terus meningkat, seiring penetrasi Internet yang luas.
Untuk fitur “Story”, Instagram masih beradap di posisi pertama dan disusul WhatsApp. Ironisnya, Snapchat yang menjadi pionir fitur Story hanya memiliki 178 juta DAU. Pengguna WhatsApp Story dan Instagram Story tembus angka 300 juta DAU seperti dikutip Tech Crunch.
Facebook sendiri mengakuisisi WhatsApp senilai USD19 miliar dolar atau sekitar Rp253 triliun pada 2014 karena WhatsApp memiliki prospek bisnis yang luar biasa. Sebagai perbandingan, WhatsApp hanya memiliki 450 juta MAU dan 315 juta DAU pada 2014.
Dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, pertumbuhan WhatsApp hampir mencapai empat kali lipat. Facebook memonetisasi WhatsApp dengan meluncurkan “WhatsApp for Business”.
Pengguna Facebook
Sebaliknya, Facebook menunjukan pertumbuhan yang merosot. Jumlah warga di Amerika Serikat dan Kanada atau kawasan Amerika Utara yang menggunakan Facebook menurun untuk
pertama kalinya dalam sejarah.
Penggunaan Facebook di wilayah itu memang flat dalam beberapa tahun terakhir dan mengindikasikan penggunaan Facebook sudah mencapai titik jenuh. Facebook menginformasikan jumlah pengguna harian di AS dan Kanada mencapai 184 juta pada kuartal empat tahun lalu, merosot 1 juta dari angka 185 juta di kuartal sebelumnya.
Untungnya, pendapatan Facebook di kawasan Amerika Utara naik jadi USD 6,39 miliar dari pendapatan periode sebelumnya hanya USD 5,03 miliar. Saat ini posisi Facebook masih aman karena pendapatan mereka masih luar biasa besar.
“2017 adalah tahun yang kuat bagi Facebook, tetapi juga tahun yang berat. Di 2018, kami fokus untuk memastikan Facebook tidak hanya fun digunakan tapi juga bagus buat kebaikan orang dan masyarakat,” ucap Zuck seperti dikutip CNBC.
Facebook pun mulai melakukan perubahan di News Feed yang intinya, postingan dari teman dan keluarga bakal lebih diprioritaskan ketimbang konten dari media atau brand.














