Jakarta, Itech – Para penumpang pesawat China Southern Airlines yang akan terbang dari Guangzhou ke Shanghai gempar dan berteriak histeris lantaran ada sebuah ledakan yang berasal dari tas salah satu penumpang.
Si-pemiliki tas yang terbakar menemukan sebuah powerbank yang sudah gosong dan tidak berbentuk. Atas insiden tersebut, penerbangan dari Guangzhou ke Shanghai sempat ditunda hampir tiga jam, hingga akhirnya sebuah pesawat pengganti dikerahkan untuk mengangkut
penumpang.
Sebagai informasi, sejumlah perangkat yang menggunakan baterai lihium-ion memang rawan terbakar. Karena itu, International Air Transport Association (IATA) menetapkan kriteria powerbank yang boleh masuk ke dalam kabin pesawat dari segi kapasitas. IATA menegaskan rating maksimal power bank yang boleh masuk ke dalam kabin pesawat adalah 160 Wh (watt-hour).
Direktorat Jenderal Perhubungan Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dalam sebuah keterangan tertulis tentang keselamatan penerbangan yang dipublikasikan awal Maret 2018 ini.
Powerbank yang memiliki rating di bawah 100 Wh bisa masuk ke dalam bagasi kabin dan powerbank yang memiliki rating 100 Wh s.d. 160 Wh harus melalui persetujuan maskapai yang bersangkutan.
Powerbank yang memiliki rating lebih dari 160 Wh dilarang untuk dibawa dalam penerbangan.
“Ada korek api dan dan power bank yang boleh dibawa dan ada yang tidak. Jadi semua peraturan harus dimengerti oleh petugas (keamanan bandara) dan masyarakat,” kata Agus Santoso (Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub) dalam siaran persnya.
Korek api bisa dibawa ke pesawat dengan syarat melekat pada setiap orang (dibawa sendiri, bukan ditaruh di dalam tas, on person) dan tidak mengandung bahan bakar cair yang tidak terserap.














