Jakarta, Itech – Cepat atau lambat negara-negara di dunia akan memasuki era jaringan 5G yang super cepat dan meninggalkan era 4G. Para pengamat pun memprediksi Tiongkok akan merasakan pertama kali dan memenangi persaingan jaringan 5G di dunia.
Tiongkok akan mengalahkan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di Uni Eropa terkait pengadopsian 5G. Hal itu merupakan pukulan telak bagi AS dan negara-negara Uni Eropa, menyusul kedua negara itu selalu terdepan dalam teknologi informasi.
Ben Wood (Kepala Penelitian CCS Insight) mengatakan ada segudang masalah yang membuat implentasi jaringan 5G di negara-negara Uni Eropa terhambat seperti fragmentasi peraturan di 28 negara anggota Uni Eropa, kurangnya investasi jaringan bergerak yang berasal dari bisnis dan perdebatan mengenai alokasi gelombang radio atau spektrum.
“Eropa sangat tertinggal dari Tiongok dan AS dalam implementasi jaringan 5G. AS juga tidak tangguh menghadapi perlawanan Tiongkok,” katanya (Kepala Penelitian CCS Insight) seperti dikutip CNBC.
Wood menjelaskan kesulitan AS menandingi Tiongkok dalam 5G lantaran masing-masing operator telekomunikasi di AS berlomba-lomba untuk memenangi kompetisi 5G dan tidak saling terkoordinasi satu sama lainnya.
“Di AS, masing-masing operator mau menang sendiri dalam 5G dan persaingannya sangat sengit,” ucapnya.
Tiongkok bisa memenangi persaingan 5G karena masing-masing operator telekomunikasinya dan otoritas Tiongkok kompak satu sama lain untuk menjadikan Tiongkok menjadi negara pertama di dunia yang merasakan 5G.
“Sistem di Tiongkok terpusat sehingga benar-benar bisa menjadi pemimpin dalam hal pengadaan jaringan 5G,” ujarnya.
Apalagi, Huawei atau ZTE fokus mengeluarkan investasi untuk pengadaan jaringan 5G dan kedua perusahaan asal Tiongkok telah memasarkan serta mengujinya di berbagai negara termasuk Indonesia.
“Tiongkok akan menjadi pasar terbesar untuk jaringan 5G pada 2022,” ucapnya.
Pemerintah Tiongkok telah menandatangani perjanjian dengan 25 operator telekomunikasi di seluruh dunia untuk uji coba 5G dan memangkas biaya roaming data domestik serta mengurangi harga koneksi Internet.
Sekedar informasi, teknologi 5G mulai dijajal pada Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan, pada Februari 2018. Jaringan 5G menawarkan kecepatan yang jauh lebih cepat dibandingkan jaringan 4G.














