Jakarta, Itech- Di Indonesia, kedaulatan pangan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ketersediaan benih, teknik budi daya, komersialisasi produk dan kebijakan pemerintah. Terkait ketersediaan benih harus didukung oleh kualitas benih yang perlu terus ditingkatkan seiring dengan perubahan iklim. Selain itu, penerapan kebijakan pemerintah terkait pengendalian benih palsu dan ilegal juga diharapkan dapat meningkatkan produksi benih, dan mengurangi permasalahan yang ada di tingkat hulu.
Di bagian hilir penanganan pasca panen, pemasaran produk lokal dan pengelolaan pasca panen, pengelolaan bahan pangan merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan. Pendekatan melalui inovasi teknologi dan kebijakan yang menciptakan iklim yang kondusif diharapkan dapat mempercepat Indonesia mencapai kedaulatan pangan.
“Benih unggul dengan budi daya yang tepat dapat menjamin produktivitas yang tinggi dan berkualitas,” kata Ahmad Riyadi, Perekayasa dari Balai Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada acara Talk Show Inovasi Teknologi untuk kemandirian benih Nasional yang digelar BPPT di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (5/4).
Dalam Talk Show tersebut dipaparkan Inovasi Teknologi Penyediaan Benih Nasional oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, Seed Center sebagai Model Menuju Kemandirian Perbenihan Nasional oleh Seed Center IPB. Selain itu Inovasi Teknologi untuk Mendukung Ketersediaan Benih Nasional: Teknologi Ex-Vitro sebagai model oleh Kepala Balai Bioteknologi BPPT, dan Teknologi Produksi dan Komersialisasi Benih oleh Managing Director PT. East West Seed Indonesia.
Selanjutnya, paparan menarik mengenai Kebijakan pemerintah untuk mempercepat kemandirian pangan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, serta hasil-hasl inovasi Teknologi BPPT yang meliputi perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat, komersialisasi pangan lokal, perbaikan mutu dan perbanyakan kelapa sawit, bio organik untuk peningkatan kualitas tanaman padi, serta pegembangan smart farming untuk mendukung peningkatan teknologi produksi pertanian akan menjadi materi diskusi yang penting untuk mendapatkan rumusan strategis terkait upaya menuju kemandirian pangan. (red/ju)














