Jakarta, Itech – Intel meluncurkan dua fitur keamanan terbarunya yang dapat mendeteksi dini ancaman serangan siber, memblokir serangan hacker dan meningkatkan perlindungan kepada pelanggan
Fitur keamanan yang pertama adalah advanced memory scanning yang dapat memindai dan mencari sumber kerusakan sistem komputer walaupun perangkat komputer telah terserang.
Fitur itu merupakan hasil kolaborasi Intel dan Microsoft serta merupakan bagian dari Windows Defender. Bahkan, Kegiatan operasional fitur advanced memory scanning hanya memakan 2 persen dari kinerja CPU, angka itu menurun drastis 20 persen dibandingkan sistem sebelumnya.
“Proses pemindai advanced memory scanning akan terintegrasi dengan integrated graphics processor. Fitur ini mampu menemukan sumber masalah dan mengurangi penurunan performa serta konsumsi daya,” kata Rick Echevarria (VP Software and Services Group Intel) dalam RSA Conference, salah satu konferensi keamanan siber terbesar di Amerika Serikat.
Intel akan mengimplementasikan fitur terbaru itu pada prosesor generasi 6, 7, dan 8 pada bulan ini.
Fitur keamanan yang kedua merupakan advanced platform telemetry yang mampu mempercepat laju program keamanan pada teknologi jaringan. Cisco telah memiliki fitur itu di dalam Tetration Platform.
Kedua fitur tersebut diperuntukkan bagi mesin yang menyimpan sekaligus mengolah data personal.
“Dari sudut pandang konsumen, mereka dapat tidur lebih nyenyak di malam hari dengan mengetahui bahwa data personal mereka telah dilindungi lebih baik dari sebelumnya,” ujar Patrick Moorhead (President Moor Insights and Strategies) seperti dikutip CNET.














