ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Hampir Sekarat, ZTE Dilarang Pakai Prosesor Qualcomm dan Android

adam
25 April 2018 | 17:28
rubrik: Indeks
Hampir Sekarat, ZTE Dilarang Pakai Prosesor Qualcomm dan Android

ZTE - Qualcomm

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech – Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) resmi melarang seluruh perusahaan asal AS untuk menjual komponen apapun kepada ZTE termasuk Qualcomm lantaran ZTE telah melanggar sejumlah perjanjian dengan lembaga tersebut.

Keputusan itu membuat Qualcomm tidak boleh menjual chipset Snapdragonnya kepada ZTE seperti dikutip Reuters.

Pemerintah AS melihat ZTE melakukan pelanggaran berat dengan menjual komponen teknologi termasuk chipset ke Iran dan Korea Utara yang kedua negara itu merupakan musuh AS.

ZTE pun tidak dapat mengimpor berbagai keperluan untuk bisnisnya dari perusahaan asal Amerika Serikat, baik secara langsung atau melalui negara lain, selama tujuh tahun.

“Jika perusahaan tak mampu menyelesaikannya, maka ZTE akan kehilangan bisnis ini. Banyak bank dan perusahaan yang bahkan di luar AS tidak akan mau lagi berurusan dengan ZTE,” ujar Eric Hirschhorn (Mantan Sekretaris Perdagangan AS).

Pemerintah AS akan meminta perusahaan audio Dolby dan Alphabet, perusahaan induk Google untuk mencabut lisensi software Android pada ZTE dan memasukan ZTE dalam daftar hitam.

Alphabet pun sedang mempertimbangan permintaan tersebut tetapi ZTE sedang berdiskusi dengan Alphabet untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut. Namun, kedua pihak menolak berkomentar tentang upayanya.

“Pihak kami saat ini sedang mengevaluasi implikasi dari hal tersebut terhadap perusahaan. Kami juga sedang berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan respon yang sesuai,” sebut seorang juru bicara ZTE.

Keputusan itu merupakan kerugian besar buat ZTE mengingat ZTE sangat membutuhkan dan mengandalkan pasokan komponen smartphone dan telekomunikasi dari sejumlah perusahaan asal AS.

“Ini akan menghancurkan perusahaan, mengingat ketergantungan mereka pada produk dan perangkat lunak asal AS. Ini tentu akan membuat mereka kesulitan memproduksi dan memberi pengaruh negatif baik jangka pendek maupun jangka panjang,” kata Douglas Jacobson (Pengacara ZTE).

BACA JUGA:  ZTE dan XLSMART Sukses Bangun 10.000 Situs Jaringan Nirkabel di Indonesia

Selain itu, ZTE harus membayar denda sebesar USD 890 juta atau sekitar R 12,2 triliun), dengan potensi tambahan penalti senilai USD 300 juta atau sekitar Rp4,1 triliun).

Hukuman itu juga muncul dari persaingan industri kedua negara yakni Amerika Serikat dan Tiongkok. Keputusan AS itu akan memperparah ketegangan hubungan antara AS dan Tiongkok dalam urusan perdagangan.

“Backdoor tersembunyi di jaringan kita, di router, switch, dan perlengkapan jaringan lain bisa memungkinkan negara lain memasukkan virus dan malware lain, untuk mencuri data warga AS, memata-matai bisnis AS, dan banyak lagi,” ujar Ajit Pai (Chairman Federal Communications Commission (FCC).

Tags: ZTE
Previous Post

Rambah Pasar Hardware, Facebook Kembangkan Chipset Prosesornya Sendiri

Next Post

Diboikot AS, Bos ZTE: Kami akan Segera Mati

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Andalkan JOSS, PA Sidoarjo Optimalkan Layanan untuk Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Andalkan JOSS, PA Sidoarjo Optimalkan Layanan untuk Pencari Keadilan

Albarsah
5 November 2026 | 16:16

TOP Digital Awards 2026: PELNI Tancap Gas Transformasi Digital, AI Jadi Kunci Efisiensi dan Layanan

TOP Digital Awards 2026: PELNI Tancap Gas Transformasi Digital, AI Jadi Kunci Efisiensi dan Layanan

Mi’roji
4 November 2026 | 15:41

TOP Digital Awards 2026: Kemenkeu Perkuat Transformasi Digital melalui SPBE, Integrasi Sistem, dan Tata Kelola Data

TOP Digital Awards 2026: Kemenkeu Perkuat Transformasi Digital melalui SPBE, Integrasi Sistem, dan Tata Kelola Data

Agus Haryanto
4 November 2026 | 12:32

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

Albarsah
2 November 2026 | 13:28

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

Fauzi
30 October 2026 | 22:28

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Kemenkeu Perkuat Transformasi Digital melalui SPBE, Integrasi Sistem, dan Tata Kelola Data

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peta Roadmap 5G Smartfren di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lewat Kelas Kr3asi, Tri dan Adobe Express Ajak Pelajar Bikin Konten Naik Level

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Veeka, Bantu Pengguna Temukan Pasangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Fauzi
5 November 2026 | 14:38

ItWorks.id - Lenovo mengumumkan penunjukan Amar Babu sebagai Mobile Business Group General Manager and Motorola Global President, efektif mulai 1...

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto