Jakarta, Itech- Belakangan ini penggunaan cloud semakin meluas bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, dan penyedia jasa cloud juga semakin banyak. Cloud memang menjanjikan banyak keuntungan, mulai dari pengelolaan dan penggunaannya yang jauh lebih mudah, serta deployment yang sangat cepat.
“Perusahaan telah mengetahui pentingnya penggunaan cloud. Meskipun, masih ada perusahaan yang ragu untuk mengadopsi cloud karena alasan keekonomian,” kata Andreas Ananto Kagawa, Country Manager Nutanix, perusahaan peranti lunak di bidang komputasi awan atau cloud.
Diketahui, Nutanix tidak terikat pada perangkat keras manapun dan memberi kebebasan bagi para pelanggan, karena Nutanix merupakan perusahaan software. Ke depannya, Nutanix akan memperluas ekosistem partner agar dapat melayani pelanggannya di Indonesia secara lebih baik. Bisnis Nutanix di tahun fiskal lalu bertumbuh hingga 136%.
Menurut Andreas, pengguna cloud Nutanix separuhnya berasal dari pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), manufaktur, ritel, dan dagang elektronik. Dia menyebut masih terdapat peluang seperti perkebunan dan pertambangan yang membutuhkan solusi distributed cloud. Industri jenis ini, akan memeroleh manfaat karena cloud bisa disediakan meskipun di daerah terpencil.
“Melalui perangkat fisik yang ringkas, penyimpanan data tetap bisa berjalan dengan energi dan ruang yang minimal karena bisa digunakan tanpa harus memasang jaringan khusus penyimpanan atau storage area network,” tutur Andreas.
Dia menyebut cloud saat ini menawarkan pelayanan yang lebih lincah sehingga mampu mendukung kegiatan industri. Public cloud, katanya, cocok untuk menyimpan data yang bersifat fluktuatif dan di luar prioritas. Sementara private cloud atau on-premise khusus untuk data yang terprediksi dan menjadi prioritas.
Terakhir, distributed cloud yang lebih luwes sehingga memungkinkan untuk mendukung kegiatan di lokasi terpencil. Keseluruhan pelayanan ini bisa didapatkan tanpa harus menggunakan banyak vendor. Penggunaan banyak vendor, menurutnya, memiliki kelemahan dari sisi kecepatan pengaplikasian yang mungkin berdampak pada efisiensi karena adanya hambatan waktu. “Kalau perusahaan menggunakan teknologi yang berbeda enggak portable karena masing-masing punya manajemen model,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, dalam 3,5 tahun berada di Indonesia, Nutanix mencatat pertumbuhan pelanggan sebesar 136% di tahun lalu. Ini dikarenakan makin banyak perusahaan yang menggunakan cloud untuk aplikasi-aplikasi bisnis mereka. Di sisi lain, pebisnis ingin menggunakan Cloud Publik, tapi dengan keuntungan-keuntungan yang ditawarkan Private Cloud atau on-Premise, antara lain kendali terhadap sistem yang penuh dan keamanan yang tinggi.
Nutanix muncul dengan solusi Hyperconverged Infrastructure (HCI), yang menyederhanakan, dan membuat sistem menjadi lebih ringkas, dan hanya memerlukan sedikit vendor, pengelolaan yang lebih praktis, ringkas dan mudah, untuk bisa bekerja dengan platform cloud yang berbeda-beda. Dan karena sistm Nutanix sepenuhnya merupakan software/perangkat lunak, sehingga penerapannya bisa sangat cepat dan lebih efisien sumberdaya serta ruang yang dibutuhkan.
Apabila sebelumnya sistem data center perusahaan adalah rak yang berisi banyak server dengan fungsi berbeda-beda, sekarang semua itu bisa diringkas dalam satu unit server saja. Untuk hal ini dan penyediaan perangkat keras, Nutanix bisa bekerja menggunakan perangkat keras yang sudah ada, atau yang disediakan oleh salah satu mitra yang bekerja sama dengan Nutanix, antara lain: Lenovo, Dell EMC dan IBM.
“Kekuatan Nutanix adalah karena kami merupakan perusahaan software. Kami dapat menciptakan inovasi-inovasi dan fitur baru dengan cepat. Solusi Nutanix juga tidak terikat pada hardware maupun hypervisor tertentu, sehingga memberikan freedom of choice kepada para pelanggannya.”, kata Andreas, (red/ju)














