Jakarta, Itech- Tren vlogging atau keahlian membuat atau merekam video, memang sedang booming belakangan ini. Vlogging juga bisa dipakai pelaku usaha sebagai sarana membangun branding, marketing untuk meningkatkan penjualan.
“Di eranya digital ini, makin banyak masyarakat yang akses internet. Dari hasil survei, penguna internet juga makin banyak yang akses atau melihat konten video, seperti situs streaming atau online video. Ini artinya video bakal menjadi media yang kian menarik untuk dikembangkan sebagai media penyampai informasi hingga promosi. Karena itu, sebagai seorang jurnalist, juga harus bisa mengikuti tren ini. Jadi buka sekadar bisa mebuat berita dan ambil foto, tapi juga keahlian menjadi vlogger dengan perangkat yang sederhana, seperti smartphone,” ujar Teguh Sudarisman, Developer TGIFmag.com & Vlogger, dalam acara DBS Business Show Workshop- Vlogging for Journalist kerja sama dengan HAM (Himpunan Anak Media), pada (2/5), di Jakarta.
Menurutnya ada banyak obyek yang bisa dibikin vlog. Mulai dari cerita atau aktivitas keseharian pribadi, tutorial atau membuat program tertentu, hingga video berita pada berbagai obyek. Dengan kemajuan teknologi, kini menjadi vlogger juga semakin mudah. Apalagi kini beberapa platform dunia maya pun, banyak yang menawarkan aplikasi software pendukung hingga gratisan untuk membantu melakukan vlog tersebut. “Memang kalau mau bagus hasilnya, ya harus pakai alat atau perangkat yang bagus, seperti kamera mirrorless agar hasilnya memuaskan dan menarik ditonton. Tapi sebenarnya bisa lho bikin vlog berbekal smartphone, dengan bantuan tripod tanpa harus modal besar, tapi hasilnya menarik ditonton,” ujarnya.
Dia juga berbagi tips dalam melakukan vlogging. Menurutnya, untuk hasil yang bagus minimal harus ada tripod dan stabilizer pada saat vlogging. Kedua alat ini pas banget untuk meredam getaran yang dihasilkan tangan saat memegang kamera. Hal lain yang penting yaitu ketrampilan dalam melakukan editing video. Namun hal ini bisa terbantu dengan aplikasi editing, bisa pakai aplikasi seperti edit video dari GoPro.
Dalam kesempatan itu, Digital Marekting Manager PT Bank DBS, Sugeng Nurjayanto mengatakan, Bank DBS juga terus meningkatkan komitmennya dalam melakukan transformasi digital dengan menerapkan digitalisasi perbankan. Dalam hal ini, DBS telah mengembangkan aplikasi bernama Digibank, sebuah layanan bank berbasis mobile. Aplikasi ini juga terus dikembangkan pada setiap segmen bisnisnya. Baik segmen konsumen maupun segmen korporasi, termasuk segmen UKM. “Terkait tren vlogging, Bank DBS juga telah mengguna vlogging sebagai media dalam membangun branding maupun menyampaikan berbagai informasi dan edukasi kepada nasabah. Termasuk misalnya mengenai produk kredit untuk Small Medium Enterprise (SME),” ujarnya.
Pembicara lain, Widrawan Hindrawan, Executive Director, Head of Wealth Management Bank DBS Indonesia dalam kesempatan itu banyak sharing mengenai Wealth Management di PT Bank DBS Indonesia. Menurutnya, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan tren kaum millenial, DBS juga terus melakukan inovasi produk, seperti instrumen investasi sesuai keinginan kaum muda. Termasuk layanan bisnis wealth management secara terintegrasi dengan berbagai program yang lebih menarik untuk kaum millenial. (Red-AC)














