Jakarta, Itech- Menerapkan sistem teknologi produksi yang bisa diandalkan dengan Tim Riset & Development (R&D) di Inggris, Gansu Equipment Manufacturing Co,ltd asal China, optimistis bisa memperluas jaringan pasarnya dengan menunjuk PT GEMC Machine membuka kantor perwakilan di Indonesia.
Tak mau asal masuk, Gansu telah mempersiapkannya dengan matang, baik dari sisi kualitas produk dengan dukungan teknologi yang bisa di andalkan serta jaminan spare part dan layanan purna jualnya. Bahkan untuk mendukung industri alat beratnya, Gansu memiliki tim Riset and Development (R&D) yang ada di Inggris, sehingga kualitas produknya berani bersaing dengan produk lain yang sudah lebih dulu eksis di Indonesia.
“Awalnya perusahaan ini merupakan pabrik perbaikan kendaraan dari perusahaan Gansu Construction Transportation yang didirikan 1979 . Kemudian bisa terus berkembang ke berbagai kegiatan sebagai produsen alat-alat berat hingga layanan purna jual, termasuk dump truck dengan teknologi berkelas. Dengan dukungan ini, kami optimis bisa cepat diterima pasar Indonesia,” ujar ungkap Zhang Zhi Ming, GEMC Vice Chairman, dalam jumpa pers (9/5), di Jakarta.
Dikatakan, dengan kondisi ekonomi yang kuat dan pertumbuhan yang stabil, Indonesia menjadi potensi pasar yang prospektif. Penjualan alat berat yang meningkat di tahun 2017 diproyeksikan akan terus berlanjut seiring banyaknya proyek-proyek konstruksi pemerintah serta membaiknya sektor pertambangan. “Kondisi ini tentu menjadi peluang dan inilah yang membuat kami tertarik membuka kantor perwakilan di Indonesia,” ujarnya.
Dijelaskan , Gansu Equipment Manufacturing Co,ltd merupakan perusahaan atau badan usaha mili pemerintah China yang bergerak di bidang industri alat berat dan juga usaha pendukung, seperti jasa konstruksi. Saat ini pasarnya tak hanya di China, namun juga telah masuk ke berbagai negara di luar Tiongkok.
Sementara itu, James Xu, GEMC Shanghai Jinbo Overseas Deputy General Manager mengungkapkan, dengan masuknya Gansu Equipment Manufacturing Co,ltd melalui PT GEMC Machine, pihaknya bertekad lebih fokus meningkatkan penetrasi pasar Indonesia, terasuk untuk sektor pertambangan. Tahap awal ini, perusahaan menginvestasikan dananya sebesar US$2 miliar dari US$5 milar yang direncanakan. Saat ini, juga sudah ikut terlibat menangani beberpa projek besar di Indonesia, seperti Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (UAP) di Jawa dan Luar Jawa. Di samping itu, untuk konstruksi juga ikut menangani proyek pembangunan properti Meikarta dan pembangunan infrastruktur jalur kereta cepat Jakarta – Bandung.
“Kami optimis produk GEMC bisa diterima pengguna di Indonesia karena kami juga memberikan dukungan after salses service yang sangat mereka butuhkan. Saat ini beberapa peminat telah menyatakan ketertarikannya untuk membeli dan menggunakan produk kami. Sampai sekarang sudah ada 20 unit yang masuk Indonesia dan sudah ada order hingga 1.250 unit dari berbagai jenis,” ujarnya. (Red-AC)














