Jakarta,Itech- Platform Blockchain sebagai bagian penting dalam mata rantai bisnis mata uang digital (cryptocurrency), membutuhkan dukungan storage data center dengan system keamanan IT tinggkat tinggi agar tak mudah dibobol. Meski regulasi yang ada saat ini belum sepenuhnya mendukung, namun tren mata uang digital dan Blockchain di Indonesia diprediksi bakal terus berkembang.
“Fenomena mata uang digital seperti Bitcoin dan sejenisnya, ini seperti kehadiran teknologi internet pertama kali muncul di Indonesia, di mana awalnya juga banyak kalangan yang ragu, enggan bahkan menolak, karena ragu akan sistem keamanan dan kerahasiannya. Tapi sekarang, semua orang sudah terbiasa berinternet, termasuk menunjang transaksi bisnis. Saya kira ini mirip dengan kehadiran uang digital, meski saat ini masih banyak yang ragu, tapi ke depan seiring kemajuan teknologi informasi yang makin pesat, saya kira akan makin banyak yang meminati,” ungkap Co-Founder Indonesian Blockchain Network, Kenneth Destian Tali dalam acara “KVB Journalist Class” Bertema Perkembangan Teknologi Blockchain pada (25/5), di Wisma Barito, Jakarta.
Dalam rangka memberi pemahaman kepada para journalist tentang Blockchain, Kennedy Voice and Berliner (KVB) perusahaan layanan komunikasi, menggelar workshop membedah teknologi blockchain bersama Indonesian Blockchain Network (IBN). Diakui sebagai sebuah solusi teknologi, mekanisne kerjanya memang agak runit.
Menurutnya blockchain secara sederhana bisa dikatakan sebagai sebuah teknologi yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan digital dari para pelaku uang digital, di mana data dikelola di blockchain yang saling terhubung dengan computer pengguna. Jika terjadi perubahan di salah satu block data maka akan berpengaruh terhadap data yang selanjutnya.
Dengan blockchain ini, setiap transaksi dari mata uang digital atau dikenal cryptocurrency seperti bitcoin, di simpan dalam sebuah Open Ledger ( Buku Besar ) yang didistribusikan ke dalam jaringan mata uang yang bersangkutan. Setiap blockchain ini akan dibagikan copy datanya kepada setiap komputer yang terhubung pada jaringan tersebut. Pada setiap penambahan data akan ada pengecekan apakah datanya valid atau tidak yang biasanya proses ini disebut dengan mining atau di kenal dalam istilah lain Proof of work. Dalam sistem keuangan, untuk menjamin tidak ada uang yang hilang, maka semua transaksi perpindahan uang dicatat dalam sebuah buku besar (general ledger).
“Tentunya ini sangat membutuhkan sistem keamanan yang tinggi agar tak mudah diterobos, sehingga dari perangkatnya juga butuh perangkat hardware khusus. Sebab jika ada sedikit saja kelemahan, seperti di server bisa menjadi celah bagi pembobol,” ungkapnya.
Sistem keamanan yang kuat inilah yang mulai didorong para pelaku usaha ini untuk mendukung keberadaan mata uang digital. Sistem keamanan berantai diperlukan supaya banyak pihak mulai tertarik menggunakannya. Ia berpandangan, penggunaan blockchain akan membawa banyak manfaat, termasuk penyimpanan data storage untuk data-data besar (big data) bagi perusahaan. Dalam kaitan ini, juga ada penyedia yang membuat akses agar hard drive perorangan dapat terkoneksi satu sama lain.
Pihak atau orang yang menyewakan kelebihan storage akan mendapatkan token, di mana penyimpanan data mirip dengan Dropbox atau Google Drive. Namun tetap ada yang berbeda, di mana teknologi blockchain sendiri terdiri dari banyaknya server sehingga berkas yang diunggah akan disimpan ke server lainnya juga. Namun server-server tersebut dilindungi dengan sistem pengaman yang baik, sehingga pemilik sekalipun tidak dapat melihatnya. “Data storage dengan sistem yang mendukung blockchain memang masih sulit. Sehingga untuk dipakai ke public, menurut saya memang masih menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.
Blockchain dapat dimanfaatkan menjadi peluang karena teknologi ini memiliki sifat yang lebih aman, transparan, dan cepat. Blockchain memberikan peluang untuk pengembangan sistem keuangan mesik masih ada tantangan baru. Peluang yang dapat diciptakan dengan adanya teknologi blockchain seperti memperluas akses layanan keuangan karena dapat menjangkau transaksi keuangan tanpa batasan-batasan seperti mata uang konvensional. (red-ACH)














