Jakarta, Itech-Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo) bersama Kementerian Koperasi UMKM dan marketplace, meluncurkan Program Ramadhan Express Ayo UMKM Jualan Online. Terobosan kerja sama ini merupakan upaya memacu para pedagang kecil untuk memanfaatkan akses ke pasar online di bulan Ramadhan 1439 H.
Program ini hadir sebagai bagian dari Gerakan Ayo UMKM Jualan Online, yang sengaja dikemas pada moment Ramadhan melalui fasilitasi UMKM mendapatkan pasar online. Pemilihan bulan Ramadhan dilandasi adanya potensi puncak konsumsi dan transaksi pembelian tertinggi di kalangan masyarakat Indonesia.
“Pertimbangan karena bulan Ramadhan biasaya menjadi puncak tingkat konsumsi dan transaksi pemesanan atau pembelian tertinggi dalam satu tahun di masyarakat Indonesia. Jadi tujuannya untuk membuka kesempatan bisnis bagi para UMKM untuk meraih berkah Ramadhan yang melimpah,” ungkap Lis Sutijati, Staf Khusus Menteri Bidang Program Management Office Kemkominfo, yang dirilis (28/5), di Press Room, Kementerian Kominfo, Jakarta.
Menurutnya, kerja sama Kementerian Kominfo, Kementerian Koperasi dan UMKM serta sejumlah marketplace ini ditargetkan dapat menjaring UMKM yang memproduksi barang yang banyak dibutuhkan masyarakat di bulan Ramadhan untuk berjualan online. Ramadhan Express menggunakan pendekatan ‘menjemput bola’ dimana tim akan mendatangi tempat para UMKM melakukan kegiatan usahanya di 8 kota. Di antaranya Jakarta, Bandung, Tasik, Solo, Surabaya, Padang, Makassar, dan Samarinda.
Pelaksanaan kegiatan Ramadhan Express mengikutsertakan 6 market place besar di Indonesia, yaitu Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Blanja, Shopee, dan GrabFood yang ikut membantu UMKM online. “Sejumlah Relawan TIK yang merupakan pelajar SMK dan mahasiswa di 8 kota tempat kegiatan akan membantu proses komunikasi dan sosialisasi,” kata Septriana Tangkari, Direktur Pemberdayaan Industri Informatika, Ditjen Aplikasi Informatika.
Kegiatan Ramadhan Express akan berlangsung di 14 sentra bisnis yang menjual 15 jenis produk peringkat teratas yang paling banyak dicari dan digunakan selama bulan puasa. Ditargetkan akan mengakomodir lebih kurang 18 ribu UMKM di 8 kota dalam rentang waktu 2 minggu dari tanggal 29 Mei 2018 s.d. 12 Juni 2018. Secara paralel, para sukarelawan akan melakukan ‘sweeping’ ke kios-kios untuk membantu para UMKM melakukan registrasi di market place dan mulai berjualan online,” tambah Lis Sutjiati. (Red-AC)














