Jakarta, Itech- Ratusan alat peraga sains yang konvensional dan puluhan wahana di Pusat Peragaan IPTEK (PP-IPTEK), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) didorong menjadi alat peraga berbasiskan Teknologi Informasi (TI) . Upaya pengembangan Wahana tersebut untuk menuju PP-IPTEK agar masuk menjadi Science Center kelas dunia pada 2025.
“Untuk menuju Scince Center Kelas Dunia, PP-IPTEK terus melakukan upaya pengembangan atau mentransformasikan wahana Iptek dan juga alat-alat peraga yang konvensional ke digital seiring dengan perkembangan TIK yang begitu pesatnya,” kata Direktur PP-IPTEK Mochammad Syachrial Annas pada acara Media Gathering di PP-IPTEK, TMII, Jakarta, Selasa (5/6).
Dalam Media Gathering dengan suasana yang lebih santai, keakraban akan semakin erat tersebut, PP Iptek juga mengadakan beberapa agenda, seperti kunjungan ke wahana PP IPtek serta melihat uji coba menaman padi di atas kolam yang siap panen. Tujuannya supaya para petani memiliki alternatif untuk tetap menanam padi. Padi yang ditanam sejak 16 Maret lalu antara lain, Varietas Sidenuk dan Varietas IPB 3 S.
Menurut dia, sebenarnya untuk menuju Scince Center kelas dunia ini, wahana-wahana yang ada di PP-IPTEK ini, juga sudah sejajar dengan wahana-wahan lain di beberapa negara seperti di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Australia. “Jadi untuk menuju kelas dunia itu, nanti bisa diukur dari jumlah wahana dan alat peraga, jumlah pengunjung, kemudian juga dari sisi pendukung lainnya. Kita bisa setarakan dengan Science Center di beberapa negara. Disamping juga mengadakan kerjasama internasional dan tentunya melakukan revitalisasi PP-IPTEK,” tambahnya.
Syachrial Annas menjelaskan, PP IPTEK ini adalah Science Center pertama di Indonesia yang berdiri di atas bangunan seluas 23.400 m2 di lahan 40.000 m2, merupakan sumber belajar iptek non formal yang dibangun untuk melengkapi sarana pendidikan iptek formal. Memiliki tujuan untuk mengenalkan sains dan teknologi kepada seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
“Setiap pengunjung dapat merasakan mudahnya belajar memahami berbagai konsep dan prinsip iptek seperti membuktikan hukum-hukum fisika, kimia, matematika dan biologi, mengaplikasikan iptek dalam pengembangan teknologi seperti prinsip Bernaulli yang diterapkan dalam teknologi pembuatan pesawat terbang, merasakan hebatnya guncangan gempa, dan belajar mengetahui rahasia kehidupan alam lainnya,” jelasnya.
Di akhir acara Media Gathering , Syachrial Annas mengucapkan Terima kasih kepada media atas kerjasama yang telah dibangun selama ini. “Terima kasih kepada media yang telah memberitakan kegiatan positif PP IPtek selama ini dan diharapkan akan terus ditingkatkan agar anak Indonesia bisa paham iptek dengan mudah, dengan bantuan alat peraga,” ungkapnya. (red)














