Jakarta, Itech – Biasanya, perusahaan-perusahaan memberikan fasilitas makanan dan minuman gratis kepada karyawannya supaya para karyawan dapat menghemat pengeluaran mereka dan meningkatkan kenyamanan mereka.
Namun, perusahaan teknologi yang bermarkas di San Francisco, AS seperti Google dan Facebook akan menghapus fasilitas pemberikan makanan gratis karena adanya regulasi pemerintah setempat terbaru.
Sebelumnya, beberapa pemilik restoran mengeluh karena tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari maraknya perusahaan teknologi. Apalagi, karyawan mendapatkan makanan gratis dari kantornya.
Anthony Myint, seorang pemilik restoran yang dekat dengan kantor Twitter dan Uber mengatakan para karyawan jarang yang ke restorannya.
“Sekitar delapan restoran beberapa blok dari sini, beberapa dengan koki handal, semuanya tutup dan kami berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup,” katanya seperti dikutip CNBC.
Jika regulasi itu lolos, maka perusahaan harus melarang adanya kafetaria atau restoran tidak bermerek di bangunan kantor supaya para karyawan berbelanja di restoran lokal yang berada di sekitar kantor.
Harapannya, regulasi itu dapat meningkatkan perekonomian restoran lokal yang ada di sekeliling kantor. Regulasi itu juga bisa memaksa restoran atau kafetaria untuk membebankan harga pada makanannya sehingga karyawan akan belanja makanan di restoran luar.
Hadirnya, perusahaan teknologi di sekitar San Francisco membuat harga rumah meningkat, menyebabkan kemacetan dan banyak warga lokal yang tertekan dengan booming perusahaan teknologi di kawasan itu.














