Jakarta,Itech- Standar-standar terbuka, arsitektur dan produk-produk baru digital yang saling terkoneksi membuat infrastruktur data yang dikelola dengan software akan semakin mendorong adanya perkembangan layanan Data Center Cloud berskala besar.
Menurut survei dari IDC baru-baru ini terhadap para pengguna IT berskala menengah dan enterprise, penggunaan kapasitas komputasi dan perangkat penyimpanan hanya kurang dari setengahnya yang memiliki respons baik dalam penanganan data digital. Dalam merespon tuntutan-tuntutan beban kerja yang dinamis, 70 % dari pengguna tersebut melaporkan ketidakefisienan dalam hal waktu yang dibutuhkan mereka untuk menyediakan sumber daya komputasi dan perangkat penyimpanan.
“Data center memerlukan pendekatan yang lebih efisien untuk memenuhi kebutuhan beban kerja data dan aplikasi yang kompleks dan dinamis,” ujar Phill Bullinger, senior vice president and general manager of Data Center Systems di Western Digital. Dalam rilisnya yang diterima (13/8), di Jakarta.
Mengantisipasi tren ini, WD memperkenalkan arsitektur OpenFlex™ dan lini produk pendukung terbarunya, sebagai pondasi lengkap bagi software composable infrastructure (SCI) atau infrastruktur data yang dikelola oleh software. Suluai ini juga didasari riset WD yang mengungkapkan tren perkembangan data center privat maupun publik yang berbasis cloud berskala besar.
Dengan memberikan solusi-solusi ini, data akan dapat disusun secara cepat, di mana SCI membuat tingkatan-tingkatan baru dalam hal skalabilitas, efisiensi, kecepatan dan performa. Dibangun pada standar industri teknologi NVMf, arsitektur OpenFlex dari Western Digital menciptakan kumpulan-kumpulan flash dan disk terukur secara independen yang dapat dikoneksikan ke sumber-sumber komputasi melalui teknologi jaringan umum, seperti Ethernet.
Solusi terkait, yakni API Kingfish yang akan membuat kumpulan-kumpulan data tersebut menjadi mungkin untuk dikenal sebagai SCI yang dapat secara cepat dan mudah disusun pada server-server aplikasi. Arsitektur dan produk OpenFlex diklaim akan dapat mereduksi total cost of ownership (TCO) hingga 40 % dengan mengeliminasi sumber-sumber pengelolaan data yang tidak diperlukan. Skalabilitas OpenFlex yang detil juga dapat mereduksi investasi infrastruktur tahap awal hampir 50%.
Arsiterktur OpenFlex dari Western Digital menyediakan kemampuan penyusunan yang fleksibel sehingga memaksimalkan penggunaan sumber daya pada ukuran besar dan cara yang fleksibel, serta mengeliminasi masalah “penyimpanan yang terlantar”. Tambahan pula, sifat terbukanya mengeliminasi rintangan “penguncian” yang dihadapi oleh infrastruktur-infrastruktur tertutup dan membuka jalan bagi meluasnya interaksi ekosistem.”
Saat pengumuman ini dirilis, arsitektur OpenFlex memanfaatkan penawaran-penawaran ekosistem luas dari data center, baik hardware maupun software, termasuk: Apache Hadoop®, Apache Spark™, Apache Kafka®, Apache Cassandra®, Apache Mesos®, Broadcom, Ceph™, DriveScale, Hewlett Packard Enterprise (HPE), Inspur, Kaminario, Kubernetes®, Marvell®, Mellanox Technologies, Microsoft SQL Server®, Percona, dan Super Micro Computer.
Produk-produk lini OpenFlex dari Western Digital ini akan ditawarkan dalam variasi performa dan kapasitas untuk membuat para arsitek data center dan manajer TI menjadi mungkin untuk membangun data center terukur dan fleksibel sesuai kebutuhan-kebutuhan spesifik mereka. (Red-AC)














