IoT beri kontribusi pertumbuhan ekonomi

Penulis Teguh Suyudi

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan Sosialisasi Roadmap dan Regulasi IoT di  Gedung Menara Merdeka, Jakarta, Selasa (21/08/2018).

Workshop IoT ini menghadirkan Dosen Institut Teknologi Bandung Prof. Suhono Harso Supangkat beserta timnya yang menjelaskan mengenai definisi, konsep pengembangan, metodologi, hingga laboratorium yang diperlukan dalam pengembangan IoT.

Secara umum menurut Suhono diperkirakan IoT  dapat memiliki kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi rata-rata per tahun sebesar 6,25% s.d. tahun 2025.

“Dalam roadmap kami targetkan ada pertumbuhan industri IoT domestik dari hulu ke hilir dengan target menguasai 50% dari pasar IoT lokal pada tahun 2022. Selain itu juga meningkatnya penggunaan IoT oleh pemerintah, UMKM, dan Industri sekaligus meningkatkan  kualitas SDM Indonesia,” ungkapnya.

Mengenai IoT sendiri, Suhono mendefinsikan sebagai aktivitas antara manusia dan benda (things), benda dengan benda, seperti sensor, robot, platform, cloud yang terhubung melalui protokol komunikasi standar untuk saling memberi informasi atau menerima/mengirimkan informasi sehingga memungkinkan proses kerja tertentu menjadi lebih efisien.

“Sekarang ini masih memiliki kelemahan, yakni sistem keamanan yang masih rendah. Padahal, keamanan, dalam IoT sangatlah penting. Sistem keamanan dalam pengembangannya pun membutuhkan ketentuan-ketentuan,” kata Suhono.

Oleh karena itu, Suhono menekankan arti penting perubahan mindset dalam penerapan IoT di Indonesia. “Baik revolusi industri 4.0, mindset perlu disolusikan sedemikian rupa, agar cita-cita revolusi industri bisa tercapai,” katanya.

Sosialisasi roadmap IoT juga dihadiri oleh perwakilan dari kementerian, lembaga, dan kalangan industri dalam negeri. Dari kementerian tampak hadir Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertanian. Adapula perwakilan dari Badan Ekonomi Kreatif dan sejumlah perusahaan yang bergerak atau bersinggungan dengan teknologi informasi dan komunikasi.

 

BACA JUGA

Leave a Comment