Telkomsel memperkuat bisnisnya di layanan digital dengan merilis gim pertamanya, ShellFire. Gim ini aslinya dari Tiongkok. Kemudian Telkomsel melalui unit bisnis gim miliknya, Dunia Games, mempublikasikannya di Indonesia.
ShellFire mengusung genre action dengan sub genre First Person Shooter (FPS) dan Multiplayer Online Battle Arena (MOBA). Sama seperti gim sejenis, ShellFire memiliki berbagai macam mode permainan, pilihan karakter hero, maps dan in-app items.

“Kami optimis jumlah penggunanya akan bertambah, karena kami juga sudah menggelar promosi yang cukup besar sejak bulan lalu. Kami pun akan bekerja sama dengan komunitas, menggelar turnamen eSports, dan berbagai kegiatan lainnya, untuk menarik lebih banyak gamer,” kata Auliya saat peluncuran ShellFire di kantor Telkomsel, Jakarta (1/10).
Gim ini sudah tersedia di Google Play Store, kemudian akan menyusul di App Store.
Telkomsel menargetkan sampai akhir tahun game ini dapat mencapai tiga juta unduhan, dengan total pengguna aktif harian 500 ribu.
Telkomsel akan melakukan serangkaian kegiatan promosi, termasuk bekerja sama dengan komunitas gim untuk memasimalkan pertumbuhan ShellFire.
Hanya Tersedia di Indonesia
ShellFire saat ini hanya tersedia di Indonesia. Telkomsel berencana akan melakukan ekspansi ke wilayah Asia Tenggara pada tahun depan, saat gim tersebut menunjukkan pertumbuhan.
“Life cycle gim itu cepat, jadi kami harus merilisnya yang sesuai dengan target pasarnya. Oleh sebab itu, dalam enam bulan ke depan, kami akan lihat apakah investasi ini berhasil atau tidak. Kalau tidak, kami akan geser ke title (gim) lain,” ungkap Auliya.
Sebelum menggelar ekspansi, Telkomsel akan fokus mempromosikan ShellFire di Indonesia. Bagi gamer yang login selama periode promo 1-31 Oktober 2018, akan mendapatkan reward berupa hero, rune, dan item lainnya senilai lebih dari Rp 200 ribu.
Khusus pelanggan Telkomsel, akan mendapatkan tambahan paket GamesMax yang bisa digunakan bermain ShellFire dan gim lainnya kuota 5GB dengan harga Rp 10 ribu. Paket promo ini bisa diaktifkan melalui situs resmi ShellFire.
Industri game di Indonesia tumbuh signifikan
Dalam acara itu, Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari menjelaskan bahwa pertumbuhan industri game di Indonesia dari tahun 2015 sebesar 321 juta dolar Amerika (sekitar Rp4,78 triliun), kemudian pada tahun 2016 sebesar 704 juta dolar Amerika (sekitar Rp10,49 triliun), dan pada tahun 2017 diperkirakan mencapai 882 juta dolar Amerika (sekitar Rp13,15 triliun). Jadi hal ini, menurut Hari, tumbuh signifikan 30 persen lebih.
Menurut dia, saat ini terdapat sekitar 171 studio yang memproduksi game di Indonesia, sedangkan untuk perusahaannya sendiri ada 200 perusahaan. Di luar itu, kata Hari, terdapat publisher dan perusahaan-perusahaan yang mendukungnya seperti perusahaan payment system.














