Baru-baru ini juga, Microsoft memulai Future Ready, sebuah inisiatif global yang dijalankan melalui kemitraan dengan organisasi nirlaba dan sekolah untuk membangkitkan minat di antara para siswa untuk belajar ilmu komputer dan memberdayakan guru dengan keterampilan yang relevan untuk membimbing siswa dalam menempuh pendidikannya. Demikian disampaikan dalam rilis Microsoft yang diterima It Works (14/12).
Diluncurkan di Singapura bersamaan dengan Pekan Pendidikan Ilmu Komputer (3 – 9 Desember), upaya yang digerakkan oleh Microsoft ini bertujuan untuk memberdayakan sekitar 700.000 pemuda – terutama dari komunitas yang kurang beruntung – dan lebih dari 26.000 pendidik dengan peluang untuk mendalami kegemarannya dalam ilmu komputer dan untuk mengajarkan ilmu komputer berkualitas tinggi dan inklusif di seluruh Asia Pasifik.
Sepanjang Pekan Pendidikan Ilmu Komputer ini, Microsoft juga mengadakan Kompetisi The Asia Pacific Top Coder 2018, yang merupakan kompetisi coding se-Asia Pasifik menggunakan Minecraft: Education Edition dan Microsoft MakeCode for Minecraft. Kompetisi tersebut terbuka untuk siswa berumur 13 – 19 tahun, dengan tema “Teach a time in history” dan menarik lebih dari 1.500 peserta sepanjang berlangsungnya kompetisi. Acara ini sekaligus sebuah selebrasi atas suksesnya kerjasama antara Microsoft, Lenovo, dan EmpireCode dari Singapura. Juara pertamanya, Michael Hamonangan Sitorus siswa SMAN 1 Ungaran, Semarang, Indonesia, yang kemudian diikuti oleh juara kedua dari Singapura, dan ketiga dari Selandia Baru.
Mendasari komitmennya lebih jauh, Microsoft juga akan terus menyediakan bantuan berupa uang tunai dan teknologi untuk membangun kapasitas lembaga nirlaba untuk mengajarkan pendidikan ilmu komputer berkualitas tinggi kepada generasi muda yang kurang beruntung melalui program keterampilan digitalnya. Bersama dengan mitra nirlaba, Microsoft akan bekerja sama dan memanfaatkan kurikulum yang inklusif, relevan secara budaya dan responsif terhadap gender, untuk memberi manfaat bagi kaum muda yang mungkin kurang terwakili dalam pendidikan ilmu komputer seperti wanita muda, pemuda berkebutuhan khusus, dan mereka yang tinggal di daerah pedesaan atau komunitas pedalaman.
Melalui program ini, Microsoft bertujuan untuk melatih lebih dari 24.000 pendidik dan melibatkan hampir 500.000 siswa di seluruh Asia Pasifik pada pertengahan 2019, yang mencakup 60 persen perempuan, dan 80 persen pemuda yang kurang beruntung.
Microsoft telah bekerjasama dengan para pendidik untuk memperkenalkan ilmu komputer di kelas dan komunitas mereka. Untuk merayakan terobosan dan menghormati kontribusi mereka, Microsoft menampilkan lima pendidik dari sekolah dan lembaga nonprofit sebagai teladan dalam kampanye tahun ini. Cerita lengkap di sini.
Baca juga:
Microsoft Merayakan Pekan Pendidikan Ilmu Komputer melalui Hour of Code di Indonesia














