Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian Teguh Wahyono mengatakan banyak produk dan layanan baru yang akan disiapkan Pegadaian untuk masyarakat. Salah satunya, layanan Pegadaian Digital Service untuk milenial, sesuai perkembangan zaman yang saat ini berbasis teknologi.
“Kami ingin nasabah semakin loyal menggunakan produk kami, terutama produk berbasis digital,” kata Teguh di Kota Bandung, Sabtu (19/1).
Ia mengatakan saat ini masyarakat bisa mengakses Pegadaian lewat aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS). Melalui aplikasi itu segala informasi hingga akses layanan bisa dilakukan lewat telepon seluler.
Cara digital ini dinilai akan memudahkan nasabah mendapatkan layanan produk. Juga lebih mudah mensosialisasikan bagi Pegadaian untuk melakukan sosialiasi untuk menarik nasabah baru.
Tak hanya lewat PDS, ia mengaku pihaknya tengah gencar berkolaborasi dengan perusahaan berbagai bidang. Hal itu untuk semakin memperluas cakupan layanan Pegadaian.
“Kita bekerja sama dengan fintech untuk menyalurkan pinjaman. Kita ingin kolaborasi fintech untuk memberikan kemudahan produk kami,” ujarnya.
Lewat pengembangan layanan digital, salah satu tujuannya yakni membidik kaum milenial untuk menjadi nasabah. Jumlah generasi milenial yang cukup besar ini menjadi potensi menambah jumlah nasabah.
“Selama ini, Pegadaian segmennya menengah ke bawah. Sekarang kita ingin melayani masuk ke segmen lain terutama milenial. Milenial jumlahnya besar lebih dari 80 juta. Kami menawarkan banyak produk untuk investasi,” tuturnya.
Kepala Divisi Innovation Squad Pegadaian Bhimo Wikan Hantoro mengatakan Pegadaian mulai gebrakan baru untuk menyasar milenial. Selama ini hanya konvensional melalui outlet dan kantor, Pegadaian akan memanfaatkan media sosial untuk menggaet generasi milenial.
“Kami kembangkan sosialisasi lewat Instagram, Facebook. Kita kerja sama dengan start up untuk menjangkau nasabah-nasabab baru. Pegadaian di medsos digencarkan karena memang kita ingin mengubah image. Milenial kebanyakan menggunakan medsos,” kata Bhimo.
Ia menyebutkan saat ini mayoritas nasabah Pegadaian masih berusia di atas 40 tahun. Namun dalam target lima tahun ke depan, ia berharap jumlah generasi muda bisa bertambah.
“Kita inginnnya 50:50 antara milenial dengan old. Makanya kami sekarang serius menggarap milenial. Karena ke depan mereka sangat potensial,” ujarnya.














