ITS melalui Pusat Inkubator Industri BKIBV kembali mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) untuk membantu penguatan UKM Tenant berbasis Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (Ipteks), dan yang berbasis ekonomi digital di Indonesia.
ITS merupakan satu dari 20 perguruan tinggi di Indonesia yang terpilih untuk melaksanakan kepercayaan tersebut. Namun, dari 20 perguruan tinggi tersebut, hanya ITS yang lebih memfokuskan melakukan inkubasi terhadap UKM yang dikelola oleh mahasiswa.
Dalam memberikan kepercayaannya ini, Kemenkop dan UMKM memberikan dukungan berupa dana operasional pembinaan sebesar Rp 900 juta serta memberikan pelatihan kepada UKM tenant yang terpilih.
Ketua Pusat Inkubator Industri BKIBV ITS, Ir Elly Agustiani MEng, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 45 UKM bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Wirausahawan (UKM tenant) terpilih yang berhasil mendapatkan pelatihan dari Inkubator Industri ITS.
“UKM tersebut pun terdiri dari 30 UKM yang telah dibina selama hampir satu tahun ditambah dengan 15 UKM yang baru terpilih di tahun 2013 ini,” jelasnya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi ITECHMagz.com di Jakarta, Jumat (25/10/2013).
Untuk bisa menjadi UKM yang terpilih pun diperlukan beberapa syarat tertentu. Di antaranya, harus inovatif dan berbasis Ipteks. Hal tersebut sangat ditekankan karena ITS sendiri merupakan perguruan tinggi teknik yang harus mengedepankan inovasi di bidang ipteks. Untuk itu, saat ini ITS meminimalisasi bisnis UKM yang bergerak dalam bidang kuliner.
Namun, Pusat Inkubator Industri ITS bukan ditujukan bagi mahasiswa dan alumni ITS, namun juga terbuka bagi mahasiswa dari perguruan tinggi lain atau pun masyarakat umum yang ingin memulai bisnisnya untuk bisa menjadi lebih baik.
“Kebanyakan raw material untuk Inkubator Industri ITS ini berasal dari UKM mahasiswa yang telah mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) dan telah lolos di Pimnas,” ungkap dosen Teknik Kimia ITS ini. Selain itu, imbuhnya, juga berasal dari matakuliah Technopreneurship yang diwajibkan bagi mahasiswa ITS.
Salah satu UKM yang sudah berhasil dikembangkan oleh Pusat Inkubator Industri ITS antara lain kursi dokter gigi yang dibuat oleh alumni ITS dan Green Flame. Saat ini UKM tersebut telah dapat berkembang dengan baik. Awalnya, untuk menjual satu produk saja dua tahun tidak cukup, namun sekarang sudah dapat menjual lima buah kursi per tahun.
Pembimbingan UKM tenant ini dilakukan mulai 1 – 3 tahun sampai UKM tersebut dapat mengembangkan usahanya dengan baik. Bila usaha tersebut sudah baik, maka dapat dilepas dan dapat berkonsultasi lewat klinik inkubator. (endy)














