Jakarta, It Works- Asetku, salah satu perusahaan Fintech (financial technology) Peer to Peer Lending (P2PL) di bawah PT Pintar Inovasi Digital bertekad meningkatkan akselerasi penetrasi pasar. Hingga kini, perusahaan telah berhasil menyalurkan pinjaman lebih dari Rp200 miliar dan menargetkan pada kuartal dua tahun ini, bisa meningkat hingga Rp500 miliar tiap bulannya.
“Saya optimis karena potensi dan peluang pasarnya masih terbuka. Dalam kaitan ini, Asetku juga menggandeng Akulaku sebagai partner eksklusif untuk meningkatkan penetrasi ke pasar borrower (peminjam). Peminjam Akulaku telah terpilih dan memiliki grade ‘Sangat Baik’ untuk didanai,” ungkap Direktur Asetku, Andrisyah Tauladan didampingi Director of Corporate Affairs and Public Relations Akulaku Indonesia, Anggie Setia Ariningsih dalam jumpa pers, (11/2), di Jakarta.
Menurut Andrisyah Tauladan, setiap pendanaan di Asetku menggunakan fixed return rate, sehingga Pemberi Pinjaman dapat melihat return rate pasti, estimasi jumlah pengembalian beserta besaran return, dan waktu kembalinya. Return rate yang ditawarkan di masing-masing tipe pendanaan bervariasi mulai dari 20-24% p.a (per tahun). Tenor yang ditawarkan pun beragam dari yang paling singkat 15 hari sampai dengan tenor terlama saat ini yaitu 30 hari.
“Siapapun dapat melakukan pendanaan di Asetku karena minimum dana pokok pendanaan cukup terjangkau. mulai dari Rp 2 juta. Pemberi Pinjaman sudah bisa mendapatkan return dengan meminjamkan dananya kepada peminjam (borrower)” ujarnya.
Ditambahkan, sejauh ini kinerja pengembalian dana pokok dan bunga kepada para pemberi pinjaman sangat bagus, selalu mencapai 100%, sehingga sampai saat ini Non-Performing Loan (NPL) masih 0,00%. Sebagian besar peminjam masuk di sektor ritel, temasuk usaha mikro dengan besaran yang bervariasi .
Dalam upaya meminimalkan risiko, Asetku melakukan diversifikasi pendanaan dengan menyebarkan dana pemberi pinjaman kepada peminjam. Melalui upaya ini, sejauh ini tingkat pengembalian dana pokok dan bunga kepada para pemberi pinjaman selalu 100%. “Jadi belum ada gagal bayar kepada Pemberi Pinjaman dengan rata-rata portfolio per bulan sekitar Rp50 miliar-100 miliar. Tahun 2019 ini, mulai sekitar kuartal dua kami targetkan pinjaman bisa meningkat menjadi Rp500 miliar setiap bulan,” ujarnya. (AC)














