PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk menganggarkan dana sebesar Rp120 miliar untuk mengembangkan sistem informasi teknologi dalam mendukung layanan “internet banking”.
“Tahun depan produk tabungan Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda) kami akan diperkuat dengan ‘internet banking’. Ini sudah masuk dalam Rencana Bisnis Bank 2014,” kata Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto di Jakarta, Senin.
Ia mengemukakan bahwa bisnis perbankan tidak terlepas dari keberadaan informasi teknologi. Dengan demikian, pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp120 miliar atau sekitar 10 persen dari belanja modal 2014 untuk pengembangan aplikasi dan perangkat lunak (software) “internet banking”.
Saat ini, lanjut dia, total dana tabungan Bank Jatim sebesar Rp7,62 triliun pada akhir September 2013, hampir seluruhnya berasal dari produk tabungan Simpeda yang kontribusinya mencapai Rp6,77 triliun.
Sementara terkait kinerja perseroan periode kuartal III 2013, bank jatim membukukan kenaikan laba bersih sebesar 28,93 persen menjadi Rp681,07 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp528,22 miliar.
Hadi Sukrianto menjelaskan bahwa kinerja positif perseroan terlihat dari pertumbuhan asset sebesar Rp35,51 triliun per September 2013, atau tumbuh sebesar 10,1 persen jika dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya.
“Perolehan aset tersebut terutama didapat dari peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 8,67 persen dan penyaluran kredit sebesar 15,34 persen,” kata dia seperti dilansir laman Antara.
Tercatat, perolehan DPK Bank Jatim per September 2013 sebesar Rp28,66 triliun. Kontribusi terbesar perolehan DPK itu didukung oleh Simpanan Giro yang mencapai sebesar Rp12,64 triliun, atau tumbuh sekitar 8,74 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. (endy)














