PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengadakan work shop: “Road to World Class Stadium” yang menjelaskan perkembangan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) yang dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan di Jakarta, Selasa, 30 April 2018.
Pemangku kepentingan yang hadir antara lain: perwakilan dari Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, jajaran SKPD Provinsi DKI Jakarta, perwakilan sejumlah BUMD Provinsi DKI Jakarta, manajemen PSSI, konsultan desain pembangunan stadion, perwakilan Assessor FIFA dari Inggris, para potensi calon mitra (kontraktor, supplier, vendor), komunitas pecinta sepak bola, dan media massa.
Work shop: “Road to World Class Stadium” ini merupakan rangkaian lanjutan dari proses pelaksanaan pembangunan JIS yang ground breaking pembangunannya sudah dilaksanakan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada pertengahan Maret 2019.
Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto menjelaskan bahwa JIS ditargetkan menjadi stadion yang ramah lingkungan atau Green Site Building dengan grade platinum. “Pengolahan air, energi dan pengolahan sampah akan sesuai standar internasional.”
Pembangunan JIS akan dilaksanakan dengan menerapkan Resettlemen Action Program sesuai standar internasional yaitu proses pembangunan tanpa merugikan semua pihak. Saat ini di kawasan pembangunan JIS, masih ada warga Kampung Bayam dengan kurang lebih 1.000 kepala keluarga.
“Resettlement Action Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan konsultan internasional yang ada afiliasinya di Indonesia. Seperti yang sudah dilakukan saat membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi sumber listrik di Sunter,” kata Dwi Wahyu Daryoto.
“JIS juga akan jadi ikon yang ramah kepada publik seperti ada jogging track, bike track dan kebutuhan rekreasi publik di sekitar kawasan Danau Sunter.”
“Untuk media, akan disediakan Pusat Media yang akan memberikan informasi tentang perkembangan pembangunan JIS,” kata Dwi Wahyu Daryoto.
Direktur Pengembangan Bisnis Jakpro, M. Hanief Arie Setyanto mengatakan, “Jakarta akan memiliki stadion berstandar internasional dengan kapasitas 82 ribu penonton, berlokasi di bagian utara Jakarta, dengan lisensi internasional dari federasi sepakbola internasional FIFA.”
“JIS ini tidak hanya digunakan untuk pertandingan sepak bola saja tapi juga akan jadi tempat penyelenggaraan acara-acara besar lainnya. Untuk aksesnya tersedia transportasi massal berbasis rel yaitu MRT dan LRT. Juga ada bis TransJakarta,” tambah M. Hanief.
“Pembangunan JIS ini merupakan pelaksanaan pendekatan polisentrik dalam pembangunan di Jakarta yaitu pembangunan yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Dan JIS ini nantinya akan menjadi salah satu ikon pembangunan Jakarta di bagian utara.”
M. Hanief juga menjelaskan bahwa pembangunan JIS dibutuhkan keselarasan dalam jadwal produksi, terutama dalam penyediaan material seperti semen dari batching plant sekitar Jakarta. Juga ada kebutuhan baja dalam jumlah yang besar sekali. Untuk itu, waktu kerja pembangunan JIS akan diatur agar tidak menganggu proyek infrastruktur lainnya yang sedang berjalan di Jakarta.

Project Director pembangunan JIS, Iwan Takwin menjelaskan Jakpro mendapat tugas untuk menyelesaikan membangun JIS sesuai standar FIFA berdasarkan Pergub No. 14 Tahun 2019. Sampai saat ini semua aspek desain sudah dilibatkan meliputi arsitek, kelistrikan, struktur, hingga business plan.
“Sebagai pelaksana proyek di lapangan kami mentargetkan pembangunan JIS akan selesai pada Juni 2021 dan tidak hanya untuk area sport. Tapi akan jadi pusat development baru di kawasan utara Jakarta pada khususnya dan Jakarta pada umumnya. Proyek JIS memiliki luas 22 hektar, berdampingan dengan Danau Sunter Timur.”
“Pada sesi ini potensi-potensi supplier atau vendor diundang agar penyelesaian proyek JIS ini akan lebih ringan dengan tetap memperhatikan kualitas proyek.
Pada workshop ini juga dilakukan presentasi mengenai basic design JIS, business plan oleh Burohappold Engineering dan Chris Jopson sebagai sport design consultant.














