ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Fintech, Program CSR dan KUR Jadi “Ancaman” Bisnis BPR di Indonesia

adam
11 May 2019 | 13:00
rubrik: Fintech
Inilah Tantangan Terbesar BPR di Era Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Meski kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dinilai masih positif, kehadiran layanan keuangan financial technology (fintech), khususnya peer-to-peer (P2P) lending mengancam BPR. Direktur Penelitian dan Pengaturan BPR OJK Ayahandayani mengatakan banyak Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang juga ‘mencaplok’ pasar penyaluran kredit ke segmen UMKM.

“Dengan fintech ini jadi persaingan juga untuk BPR. Tapi kita lihat suku bunga fintech tinggi, jauh lebih tinggi dibandingkan BPR,” kata Ani, sapaan akrab Ayahandayani, dalam acara Pelatihan dan Gathering Media Massa Jakarta.

Dirinya menyebut saat ini suku bunga BPR berada sedikit di bawah suku bunga fintech yang rata-rata sebesar 3% per bulan. Suku bunga BPR selama ini mengacu pada suku bunga yang ditetapkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang sebesar 9,5%.

“Jadi, BPR itu bisa menghimpun dana sampai dengan 9,5%. Dengan spread sekitar 9%-10% sebetulnya BPR itu menyalurkan kredit ke masyarakat seharusnya bisa maksimum 20% pertahun,” jabar Ayahandayani.

Baca: Mendagri: BPR Harus Optimalkan Penggunaan Teknologi Digital

OJK berharap BPR mampu bersaing dengan layanan jasa keuangan yang lebih canggih lainnya. Mengacu Masterplan Sistem Jasa Keuangan 2015-2019, BPR juga wajib memperkuat infrastruktur dengan mengubah bisnis BPR menjadi digital.

“Digitalisasi standar teknologi dan informasi (TI) minimal [BPR] harus punya core banking system yang terintegrasi dan punya data center dan back up,” ujar Ani.

Dalam strategi penguatan itu, BPR juga diminta untuk bekerja sama dengan fintech, provider TI, Lembaga Jasa Keuangan (LJK), Apex BPR atau LJK lainnya. Dengan begitu, layanan BPR bisa makin cepat dan memiliki delivery channel yang lebih baik.

“Kerja sama dengan fintech boleh, tapi di sisi prudensial jangan diabaikan,” katanya.

BACA JUGA:  Pegadaian akan Ekspansi Bisnis Fintech pada Awal Semester II Tahun ini

Selain bersaing dengan fintech, BPR juga harus tahan gempur dengan LJK lain yang menyalurkan pembiayaan ke segmen UMKM diantaranya koperasi simpan pinjam, Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM), dan program OJK berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Laku Pandai.

“Program pemerintah untuk KUR di mana suku bunga rendah 7% sekarang beririsan dengan pasarnya BPR,” ungkapnya.

Kemudian, BPR juga harus bersaing dengan CSR lembaga pemerintah atau BUMN. Juga bersaing dengan bank umum yang wajib menyalurkan kredit ke sektor UMKM sebesar 20%.

“Saat ini banyak LJK yang menjalankan bisnis jasa keuangannya pada segmen UMKM sehingga BPR harus dapat menaikkan daya saingnya untuk bertahan di segmen ini,” imbuh Ani.

Ani menjelaskan sebelum adanya digitalisasi, BPR mengandalkan hubungan baik dan cara pendekatan personal dengan para nasabah. Menurut Ani, hal itu masih dibutuhkan namun tetap harus diimbangi dengan teknologi yang memadai.

Tantangan-tantangan itu membuat OJK harus mendorong BPR memperkuat internalnya. OJK kemudian mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 5/POJK.03/2015 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Pemenuhan Modal Inti Minimum BPR. Akhir tahun ini BPR yang modal intinya di bawah Rp 3 miliar wajib memiliki modal inti Rp 3 miliar.

Sedangkan BPR yang modal intinya di atas Rp 3 miliar sampai Rp 6 miliar wajib memiliki modal inti Rp 6 miliar paling lambat 31 Desember 2024.

Dengan begitu, BPR harus berkonsolidasi dengan BPR lainnya ketika pemilik tidak segera menyuntikkan tambahan modal. Bila tidak mampu memenuhi ketentuan modal itu maka OJK akan membatasi ruang bisnis dan sebaran BPR tersebut.

Tags: BPRfintech
Previous Post

Jasa Raharja dan BUMN Jalin Kerja Sama Integrasi Data

Next Post

Telkom Group Tingkatkan Ekonomi Desa lewat Balkondes

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mendukung NVIDIA Nemotron, Dataiku Hadirkan Framework Open Source untuk Explainability Agen AI Enterprise

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Huawei Luncurkan HUAWEI Mate 80 Pro, Bawa Kamera Canggih dan Durabilitas Terdepan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT KAI -BSSN Perkuat Keamanan Siber Infrastruktur Transportasi Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramaikan Indo Intertex 2026, Hikari Hadirkan Mesin Jahit Berteknologi AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto