Jakarta, Itworks –FiberStar, sebagai perusahaan penyedia jaringan utilitas infrastruktur (Network Service Provider) berbasis fiber optic, kembali menorehkan prestasi dengan dinobatkan sebagai first runner-up di Telecom Asia Awards 2019 kategori “Best Broadband Carrier”. FiberStar menjadi satu-satunya perusahaan dari Indonesia yang masuk menjadi tiga finalis di kategori tersebut bersama Singapore Telecommunication Ltd. (SingTel) dan SmarTone Hongkong.
Dengan diraihnya penghargaan berskala internasional ini, semakin memperkuat posisi FiberStar di kancah global. Ajang penghargaan ini diikuti lebih dari seratus perusahaan Asia yang bergerak di bidang telekomunikasi. Telecom Asia Awards sendiri merupakan sebuah penghargaan bergengsi yang telah diselenggarakan sejak 1997 bagi para pelaku industri telekomunikasi. Di tahun ke-22 ini, Telecom mengangkat tema “Redefining The Connectivity Standards Of The Digital Economy”.
Pemenang Telecom Asia Awards 2019 dipilih dari daftar kandidat yang dinominasikan oleh pembaca, editor, dan juga para pakar industri yang berasal dari berbagai bidang. Finalis terpilih dinilai berdasarkan inovasi teknologi, kinerja pemasaran, kinerja keuangan, dan tata kelola perusahaan. Panel juri terdiri dari sepuluh orang pakar dan pelaku industri telekomunikasi dari berbagai Negara di Asia.
“Kami merasa terhormat dan bangga dapat menjadi salah satu perusahaan di Asia yang mendapatkan penghargaan ini. FiberStar berkomitmen untuk senantiasa berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia dengan terus melakukan edukasi pasar tentang pentingnya konektivitas di era digital,” ujar Thomas Dragono, Direktur FiberStar melalui siaran persnya, di Jakarta, baru-baru ini.
Dikatakan, jaringan FiberStar juga dapat mengakomodir kebutuhan Internet, TV, Telephony dan Selular (Quad Play), sehingga dapat membantu percepatan pembangunan ekonomi digital Indonesia. Sebagai perusahaan dengan konsep Net Neutrality pertama di Indonesia, FiberStar berinvestasi pada jaringan mulai dari backbone hingga last mile solution di 94 kota yang mencakup Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi.
Dalam membangun jaringan, FiberStar mendedikasikan diri sebagai perusahaan penyedia jaringan utilitas infrastruktur berbasis fiber optik dengan konsep net netralitas untuk cakupan nasional. Konsep ini memungkinkan berbagai perusahaan penyedia layanan telekomunikasi (ISP) dapat bergabung di jaringan yang disediakan FiberStar untuk menawarkan berbagai layanan kepada masyarakat. Dengan sistem ini, konsumen juga memiliki kebebasan untuk dapat memilih penyedia layanan telekomunikasi yang cocok untuknya dengan harga yang makin terjangkau.
“Dengan kehadiran jaringan kami di setiap hunian memungkinkan konsumen untuk memilih lebih dari 90 mitra ISP yang telah bekerjasama dengan FiberStar tentunya dengan pilihan harga yang lebih kompetitif,” ujar Thomas. (AC)














