Home Indeks Business Solution Optimasi Digital Infrastruktur Dengan SD-WAN Security Networking

Optimasi Digital Infrastruktur Dengan SD-WAN Security Networking

Fortinet Media Briefing: Senior Business Development Manager, Fortinet, Wong Ching Ping (kanan) bersama Edwin Lim selaku Country Manager Fortinet Indonesia paparkan SD-WAN dalam acara media Briefing, di Nusa Dua-Bali, baru-baru ini.

Nusa Dua, ItWorks – Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan cyber yang kian banyak mengincar jaringan virtual privat maupun cloud, pengembangan IT infrastruktur yang terintegrasi dengan Security-Driven Networking, sangat penting. Implementasi SD-WAN Security dalam single flatform bisa menjadi solusinya, termasuk untuk pengembangan jaringan infrastruktur di kantor unit dan cabang dengan security system dalam satu platform yang terpusat.

Semakin berkembangnya teknologi saat ini, seperti cloud juga berbanding lurus dengan kebutuhan akan proses mengelola dan monitoring jaringan yang lebih efektif dan efisien dengan sistem keamanan yang bisa diandalkan. Infrastruktur yang dikembangkan untuk mengoptimalkan arus data dan informasi sesuai tuntutan QoS (Quality of Services) dalam penggunaan jaringan, juga makin tinggi. Dalam hal ini, solusi SD-WAN yang efektif mendukung kemampuannya melalui konektivitas yang fleksibel dan andal di seluruh hamparan jaringan organisasi, juga makin diminati. Terlebih dalam memasuki era IoT dan Industri 4.0 yang sarat dengan penggunaan digital technology.

Solusi SD-WAN yang merupakan kepanjangan dari Software-Defined Wide Area Network, bisa membantu dalam hal simplikasi management Wide Area Network (WAN) untuk jaringan. Seperti pada kantor cabang yang membutuhkan performance traffic tinggi, namun dengan cost yang tetap rendah. Hal ini dimungkinkan karena solusi SD-WAN merupakan sistem aplikasi yang terintegrasi dengan rangkaian lengkap sistem keamanan terpadu. Sehingga lebih efektif dan secure dalam mendukung kemampuan WAN melalui konektivitas yang fleksibel dalam perluasan fungsionalitas perutean lanjutan untuk penyeimbangan beban di seluruh hamparan VPN (Virtual Private Network).

Secara sederhana, VPN merupakan suatu koneksi privat yang berjalan di atas koneksi publik yang disediakan oleh perusahaan provider atau institusi untuk konektivitas digital. Secara teknis, VPN menempatkan server lain antara perangkat yang digunakan pengguna untuk terhubung ke suatu layanan dengan server yang ditempatkan dilokasi terpisah. Misalnya terpusat di data center pusat unuk layanan operasional dengan di kantor-kantor cabang dengan sistem yang terintegrasi.

Dengan memanfaatkan VPN, pengguna tetap bisa leluasa mengakses layanan-layanan aplikasi yang dibangun perusahaan atau institusi dalam mendukung aktivitas operasianal. Termasuk infrastruktur ktitikal dalam rangka menghadapi era Industri 4.0. Meskipun VPN untuk perangkat bergerak seperti personal device, smartphone dan sejenisnya, termasuk rawan ancaman keamanan seperti enkripsi, namun dengan sistem keamanan terpadu dalam SD-WAN, aspek security-nya menjadi terkontrol yang akan memudahkan dalam hal deteksi awal bila terkena kejahatan cyber.

“Fortinet menghadirkan SD-WAN yang terintegrasi dengan security lanjutan untuk perusahaan atau lembaga dengan sistem perlindungan keamanan terintegrasi. Kami optimistis solusi SD-WAN akan makin banyak diminati karena lebih efektif dalam hal penanganan keamanan dengan pendekatan otomatisasi, sehingga cost lebih efisien,” ungkap Senior Business Development Manager, Fortinet, Wong Ching Ping dalam acara media Briefing, di Nusa Dua-Bali, baru-baru ini.

Dikatakan, solusi SD-WAN memungkinkan organisasi atau perusahaan untuk bersaing lebih cepat dan efisien dalam hal pengembangan infrastruktur digital. Namun, mengingat pertumbuhan ancaman malware yang kian canggih, seperti ransomware, hal ini juga membutuhkan perhatian ekstra karena jika terjadi serangan bisa menimbulkan kerugian besar. Dengan menerapkan keamanan tingkat lanjut yang telah diintegrasikan ke dalam solusi SD-WAN, hal ini akan memudahkan sistem deteksi sekaligus pencegahan ancaman di semua jaringan yang ada.

“Saat ini, solusi SD-WAN menjadi segmen teknologi jaringan yang paling cepat berkembang. Hal ini juga sejalan dengan riset IDC dalam hal optimalisasi bandwidth WAN dengan sistem keamanan, di mana SD-WAN menjadi aplikasi yang kian menempati urutan atas sebagai pilihan pengembangan infrastruktur digital. Pasar SD WAN menurut Fortinet sebagaimana juga diprediksi oleh IDC akan mencapai US $4,5 miliar pada tahun 2022,” ujar Wong Ching Ping, didampingi, Edwin Lim selaku Country Manager Fortinet Indonesia.

Edwin Lim menambahkan, implementasi SD-WAN bisa menjadi pilihan untuk membantu perusahaan atau institusi melakukan simplikasi akan kebutuhan aplikasi yang diperlukan di data center (Private cloud) atau aplikasi yang ada di cabang dengan jaringan cloud. Dengan adanya SD-WAN, akan memudahkan sistem klasifikasi traffic, termasuk klasifikasi traffic yang critical maupun non-critical traffic di pusat jaringan maupun di setiap cabang.
“Dalam hal ini Fortinet juga memiliki solusi fitur keamanan fungsi SD-WAN dalam perluasan product Security Fabric , yang telah ditingkatkan dengan kemampuan keamanan Fortinet yang terjamin dengan menawarkan fungsi sekuriti terpadu. Seperti untuk threat management – antivirus, Web Filter, Application Control, dan lainnya dalam fitur SD-WAN. Sehingga bisa mengurangi kompleksitas dalam pengambagan infrastruktur,” ujarnya.

Wong Ching Ping menambahkan, menggabungkan keamanan terdepan dengan fungsi jaringan software-defined, solusi integrasi dari Fortinet ini memungkinkan perusahaan yang memiliki cabang terdistribusi, bisa menyederhanakan infrastruktur mereka, menekan biaya, dengan kinerja keamanan yang terjaga. Sistem ini secara umum memungkinkan pengguna memiliki akses langsung terhadap public cloud, datacenter, dan layanan SaaS (Software-as-a-Service) yang ada di perusahaan mereka untuk kinerja dan daya saing. Termasuk dalam kaitan persiapan memasuki industri 4.0.

“Pemakaian jaringan public cloud yang kian meningkat sebagai infrastruktur Wide Area Networking untuk menghubungkan kantor cabang dengan sumber daya perusahaan, membutuhkan sistem keamanan yang juga makin tinggi secara reliabel namun efisien. Teknologi SD-WAN menawarkan pilihan koneksi yang fleksibel, dengan fitur quality of service dan sistem keamanan yang juga lebih fleksibel, mudah diperluas, namun juga aman. Di Indonesia, juga sudah ada beberapa perusahaan yang mulai implementasi sistem ini,” ujarnya. (AC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here