Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memamerkan sejumlah teknologi baru terkait kebencanaan kepada Presiden Joko Widodo. Inovasi tersebut disiapkan untuk mewujudkan peningkatan dan pengembangan platform terintegrasi antara kementerian dan lembaga.
“Sehingga (inovasi-inovasi tersebut) dapat menunjang program pemerintah dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan bangsa,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam pembukaan Rakornas BMKG di Istana Negara, Jakarta, (23/7).
Produk inovasi pertama merupakan peralatan pemantau cuaca otomatis. Inovasi ini merupakan hasil rekayasa layanan informasi meteorologi penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta.
Baca: BMKG akan Produksi Alat Pemantau Cuaca
BMKG juga menciptakan Signature BMKG atau sistem prakiraan cuaca berbasis dampak, sistem digital peringatan dini kekeringan meteorologis, dan sistem digital penerima informasi gempa bumi dan tsunami, serta aplikasi monitoring dan peringatan dini multibahaya hidrometeorologi gempa bumi dan tsunami.
“Dengan inovasi digital ini diharapkan koordinasi dan sinergi antarkementerian lembaga dan pihak terkait akan lebih efektif cepat dan tepat berbasis kepada data sharing dan integrasi serta blended informasi dan analisis,” jelasnya.
BMKG, lanjut dia, juga bertekad terus bekerja keras dan berinovasi. Rita juga ingin meningkatkan jumlah pegawai milenial BMKG menjadi 70 persen.
“Dukungan Bapak Presiden sangat kami harapkan untuk memperkuat peran wewenang BMKG demi mewujudkan tujuan perlindungan bagi segenap bangsa Indonesia,” ujar Rita.














