Home Indeks Event Bersama KLHK dan Sejumlah Pelestari Lingkungan Gojek Inisiatif GoGreener

Bersama KLHK dan Sejumlah Pelestari Lingkungan Gojek Inisiatif GoGreener

Peluncurkan inisiatif GoGreener dan jumpa pers (8/8) di Arborea Cafe, Komplek KLHK Manggala Jakarta.

Jakarta, ITWorks- Dalam rangka ikut menekan beban pencemaran sekaligus dalam upaya pelestarian lingkungan, GoFood menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta lembaga dan organisasi pelestarian lingkungan, dengan meluncurkan inisiatif GoGreener untuk mendorong ekosistem bisnis, layanan, dan konsumsi seluruh ekosistem Gojek yang lebih berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Sebagai bagian dari ekosistem Gojek, penting bagi GoFood untuk ikut mendorong terwujudnya ekosistem bisnis yang ramah lingkungan. Inisiatif GoGreener ini merupakan langkah awal, di mana sejak diperkenalkan bulan Juli lalu telah mendapatkan respons yang sangat positif dari merchant maupun konsumen. Kami akan memanfaatkan ruang dan potensi ini melalui kerja sama dengan organisasi lingkungan yaitu Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), PlastikDetox, dan World Wildlife Fund (WWF)-Indonesia, untuk memberikan edukasi kepada mitra UMKM, mitra driver, dan para konsumen untuk sadar pentingnya mengadopsi gaya hidup dan operasional bisnis yang lebih ramah lingkungan melalui inisiatif ini,” papar Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo dalam jumpa pers (8/8) di Arborea Cafe, Komplek KLHK Manggala Jakarta.

Ditambahkan, selain KLHK, GoFood juga berkolaborasi dengan sejumlah organisasi lingkungan hidup, termasuk GIDKP, PlastikDetox, dan WWF-Indonesia untuk memfasilitasi keberlangsungan bisnis dan mempermudah masyarakat untuk menjalani gaya hidup ramah lingkungan. Inisiatif ini akan dimulai di 4 wilayah operasional utama Gojek, yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Denpasar hingga Desember 2019 mendatang.

“Tahap awal ini focus di empat kota untuk mewujudkan program ramah lingkungan yang berkelanjutan, GoFood berkomitmen untuk memastikan inisiatif ini dapat terus dilaksanakan oleh ekosistemnya dalam praktik di lapangan sehari-hari. Bersama GIDKP, GoFood akan mengadakan kampanye dan program baik secara online dan offline yang ditujukan untuk mengedukasi masyarakat tentang perilaku konsumsi ramah lingkungan,” ujarnya.

Guna mendorong gaya hidup ramah lingkungan, GoFood memiliki dua program dalam aplikasi pemesanan. Pertama, adanya fitur pilihan alat makan sekali pakai. Ketika memilih makanan sebelum masuk ke halaman checkout, konsumen harus memilih opsi beli jika memerlukan alat makan sekali pakai. Kedua, bagi mitra driver juga dibekali tas pengantaran makanan khusus yang memiliki banyak keistimewaan sekaligus mengurangi penggunakan plastik  sekali pakai.

Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan (Pustanlinghut), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ir. Noer Adi Wardojo dalam sambutannya, sangat mengapresiasi program ini. Menurutnya inisiatif GoGreener sejalandengan program program pemerintah melalui KLHK yang juga tengah gencar mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah, seperti plastik yang berasal dari plastik sekali pakai yang banyak digunakan masyarakat selama ini.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan jumlah timbunan sampah secara nasional mencapai 175.000 ton per hari jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg dan 15%. Diantaranya adalah sampah plastik yang berasal dari kemasan makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, wadah makanan dan minuman serta pembungkus barang lainnya.

Melalui kerja sama ini, diharapkabn bisa meningkatkan kepedulian masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dengan dimulai dari diri sendiri dan dari lingkup gaya hidup sehari-hari, melalui platform Gojek. Pemerintah katanya, juga terus menyempurnakan kebijakan yang berwawasan lingkungan. “Masyarakat pun harus ikut bergerak, apalagi saat ini sudah semakin mudah dengan inisiatif sadar lingkungan yang difasilitasi oleh teknologi seperti yang dikembangkan Gojekmelalui GoFood saat ini,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah juga telah memiliki kebijakan pengelolaan sampah secara nasional dengan target pengurangan sampah 30% dan penanganan sampah 70% terhadap timbulan sampah pada 2025. Pemerintah saat ini dalam proses akselerasi penerapannya guna mencapai target tersebut dengan harapan dapat terpenuhi tujuan-tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. (AC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here