PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk mengalokasikan dana sebesar RP 800 miliar. Dana ini digunakan untuk proyek pengembangan layanan digital aplikasi BJB Digi yang digunakan periode 2017-2020.
Direktur Informasi dan Teknologi BJB Rio Lanasier mengatakan peningkatan layanan transaksi digital merupakan langkah strategis perusahaan meningkatkan fee based income.
“Sekarang fee based income kami tumbuh 16 persen dari total pendapatan. Dalam lima tahun ke depan (2024) kami akan meningkatkan pendapatan dari fee based sekitar 35 persen – 40 persen,” ujarnya kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, (20/8).
Menurutnya perusahaan tidak hanya bergantung pada sektor kredit dengan kondisi ketidakpastian pada tingkat suku bunga. Namun, pada sektor fee based income khususnya potensi pendapatan yang ada pada layanan transaksi digital.
Baca: Tingkatkan Layanan, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Gandeng Bank BJB
Rio menjelaskan perusahaan memiliki dua strategi mengembangkan layanan transaksi digital. Pertama, proses transaksi harus dipacu melalui berbagai kanal khususnya secara digital.
Kedua menyediakan layanan dengan berbagai kemudahan dengan melibatkan mitra financial technology (fintech). “BJB telah memiliki fitur quick response payment dan akan menyusl pada September ini yakni QR Code Indonesia yang terintegrasi,” jelasnya.
Sementara Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko BJB Nia Kania menambahkan, “Mudah-mudahan dengan pengembangan teknologi informasi (TI) dan e-channel segera terlaksana. Bukan hanya kebutuhan dari masyarakat secara individu, tapi juga pemerintah daerah dengan program smart city-nya sudah menuntut perbankan dalam hal ini BJB sudah bisa mewujudkan layanan berbasis TI. Ke depan transaksi perbankan adalah suatu keharusan,” ucapnya.
Bank BJB Hadirkan QR Payment
Sebelumnya diberitakan, Bank BJB kembali berinovasi dengan meluncurkan fitur QR Payment pada aplikasi bjb Digi. Pengembangan teknologi itu ditujukan untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi dengan menggunakan barcode atau quick response code (QR).
Kemajuan layanan teknologi Bank BJB itu disampaikan Direktur IT, Treasury dan lnternational Banking Bank BJB Rio Lanasier dalam press conference yang berlangsung di Auditorium bjb University, Kota Bandung. Press conference dihadiri pula oleh Direktur Operasional Bank BJB Tedi Setiawan dan Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB M. As’adi Budiman, (13/8).
“Persaingan di era digital ini kian ketat. Karenanya kami terus berinovasi,” ujar Rio.
Rio mengatakan kehadiran fitur digital itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan. Tujuannya untuk semakin memuaskan nasabah dalam bertransaksi.
Melalui inovasi teknologi itu, pihaknya ingin memberikan skema transaksi yang cepat, efektif, dan efisien. Terkait target pasar, pihaknya menjadikan seluruh nasabah Jabar dan Banten sebagai pangsa pasar aplikasi digital tersebut.
Baca: Strategi Bank BJB Perkuat Sektor Teknologi Informasi
“ASN (aparat sipil negara) dan masyarakat perkotaan menjadi nasabah captive untuk layanan digital tersebut,” tambahnya.
Rio mengatakan masih banyak nasabah Bank BJB yang belum memiliki aplikasi digital. Untuk itu, pihaknya terus menyosialisasikan kemudahan layanan Bank BJB pada bjb Digi.
Rio menyebutkan, tahun ini Bank BJB akan memaksimalkan peningkatan layanan digital.
Upaya yang hendak dilakukan Bank BJB di 2019, di antaranya pengembangan E-Money Server Based, Mobile Banking, Self Service Banking Machine atau E-Kiosk, transaksi menggunakan Chat Bot, serta digital laku pandai, new EDC, dan virtual assistant.














