Japan Agency for Marine Earth Science and Technology (JAMSTEC) bersama BPPT berbagi kegiatan yang terkait kelautan dan cuaca, dengan bersama-sama membangun fasilitas Maritime Continent Center of Excellent (MCCOE) di gedung Puspitek, Serpong.
Pembangunan fasilitas yang pembiayaan sepenuhnya dikelola JAMSTEC dan Japan Internastional Coorporation Agency (JICA) tersebut dilakukan untuk memonitor kondisi cuaca secara akurat, seperti misalnya memonitor buoy yang dipasang di laut Indonesia, termasuk memberikan peringatan dini tsunami. Fasilitas tersebut merupakan kebutuhan bagi Jepang. untuk mengetahui kondisi cuaca, baik di Indonesia maupun Jepang.
JAMSTEC sudah jauh lebih dulu melakukan kegiatan yang terkait dengan masalah kelautan dan cuaca. “Maka kita melakukan kegiatan tersebut banyak belajar dari mereka dengan melalui program-program bersama,” kata Kepala BPPT Marzan A Iskandar disela peresmian fasilitas tersebut.
Fasilitas berperan sebagai pusat penelitian internasional, khususnya untuk memahami dinamika cuaca dan iklim di benua maritim Indonesia dengan kaitannya dengan perubahan iklim global. Melalui MCCOE, maka ilmuwan Indonesia dapat berinteraksi dan berdiskusi langsung dengan ilmuwan lain dari seluruh dunia, sehingga diharapkan mampu menjadi pendorong peran dan kreativitas para ilmuwan muda Indonesia untuk lebih berpartisipasi dalam kegiatan penelitian iklim dalam skala internasional.
Ditempat terpisah, Deputi Bidang Teknologi dan Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT, Ridwan Djamaluddin menyerukan pentingnya memikirkan modernisasi sumberdaya manusia di bidang iptek kelautan.BPPT secara eksplorasi juga telah mengembangkan program wahana dan teknologi, serta mengembangkan sumber daya manusia, dan bekerjasama dengan industri. “Secara umum BPPT sudah mengembangkan iptek kelautan, yaitu mengembangkan program, mengembangkan infrastruktur dan mengembangkan sumber daya manusia,” katanya pada Pertemuan Ilmiah Nasional Tahunan Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (PIT X ISOI)














