XL Axiata memperkuat ekosistem dan memanfaatkan perkembangan potensi bisnis solusi Internet of Things (IoT) dalam menyongsong era Industri 4.0.
Salah satu upaya yang dilakukan dengan meluncurkan secara komersial jaringan berteknologi Narrowband IoT (NB-IoT) di 31 kota/kabupaten di Indonesia.
Peluncuran jaringan NB-IoT dan layanan solusi IoT ini juga merupakan upaya XL Business Solution untuk memperkuat bisnis layanan dalam melayani pasar korporasi dan UKM terhadap kebutuhan solusi IoT secara end to end dan customize.
XL Axiata juga merangkul berbagai ekosistem pendukung seperti penyedia perangkat, platform, system security hingga perguruan tinggi dan institusi pendidikan terkait, serta komunitas yang memiliki minat melakukan riset dan pengembangan di bidang IoT untuk memanfaatkan jaringan NB-IoT.
Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto, mengatakan, dengan dikembangkannya secara sekaligus 31 titik NB IoT oleh XL Axiata, merupakan cara mereka membangun ekosistem bukan saja jaringan, seluruh solusinya.
“Ekosistem dibangun bukan saja untuk layanan NB IoT. NB IoT bukan kebutuhan saat ini saja, tapi akan berkembang, kami ingin yang terdepan dalam layanan ini,” tegasnya di Jakarta, Selasa (01/10/2019)
Feby menyebut pertumbuhan IoT connections di Indonesia sangat pesat, tumbuh terus tiap tahunnya. Things yang terhubung dengan internet pada 2019 ada 139 juta koneksi, diperkirakan pada 2020 mencapai 161 juta, 197 juta (2021), dan akan mencapai 247 juta (2022), pertumbuhan CAGR bisa 20% per tahun,” ulasnya.
Layanan IoT, kata Feby, akan menjadi solusi bisnis pilihan di masa mendatang untuk korporasi dan UKM serta sekaligus menjadi sumber pertumbuhan kami di era Industri 4.0.
“Merespons hal tersebut kami terus memperkuat ekosistemnya, salah satunya dengan meluncurkan secara komersial penyediaan kartu perdana khusus NB-IoT, jaringan di 31 kota dan solusi NB-IoT secara end to end dan customize, yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh ekosistem yang membutuhkan,” terangnya.
Ada beberapa industri yang kebutuhan IoT-nya menjadi bidikan XL Axiata: Agrikultur, Manufaktur, Healthcare, Smartcity, Building/office dan Energy and utilities. Feby menambahkan, upaya pengembangan ekosistem NB-IOT ini, XL Axiata juga menjalin kerja sama dengan beberapa pihak seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perindustrian.
Selain itu XL Axiata juga sudah menjalin kerja sama dengan mitra lain seperti penyedia perangkat, platform, system security yang sudah teruji. Bagi kalangan pendidikan, jaringan NB-IoT ini dapat dimanfaatkan oleh para pengembang perangkat IoT baik dari pelajar/mahasiswa, juga industri di setiap kota yang telah terkoneksi.
Ke-31 kota/kabupaten tersebut adalah DKI Jakarta, Bogor, Bandung, Purwakarta, Majalengka, Cimahi, Cirebon, Tasikmalaya, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Mojokerto, Denpasar, Mataram, Medan, Binjai, Lhoksumawe, Lubuk Linggau, Padang, Pekanbaru, Batam, Tanjung Pinang, Bengkulu, Banjarmasin, Bontang, Palangkaraya, Samarinda, Pontianak, Makassar, dan Kendari. Tidak hanya berhenti di 31 kota, jaringan NB IoT akan terus dikembangkan hingga bisa menjangkau ke seluruh Indonesia.














