Home Indeks Event TOP DIGITAL Awards 2019: Kabupaten Banyuwangi Perkuat E-Government

TOP DIGITAL Awards 2019: Kabupaten Banyuwangi Perkuat E-Government

TOP DIGITAL Awards 2019: Kabupaten Banyuwangi Perkuat E-Government
Paparan penjurian Top Digital Award 2019: Kasi Infrastruktur Bidang Teknologi Informatika Dinas Kominfo Banyuwangi, Arif Fauzi S Kom (kanan) bersama staf, Windy Sindu Pradana, S Kom saat wawancara penjurian (9/10), di Gedung WTC I lantai 18, Jakarta.

Jakarta, ItWorks – Kabupaten Banyuwangi untuk pertama kalinya ikut dan terpilih sebagai salah satu kandidat peraih penghargaan “Top Digital Awards 2019”. Selain berdasarkan hasil riset, untuk menggali lebih jauh transformasi digital yang dilakukan Pemkab Banyuwangi, juga dilakukan pendalaman melalui wawancara langsung yang dilakukan, di Jakarta.

Kabupaten Banyuwangi, tahun ini terpilih dan masuk sebagai salah satu dari sekitar 200 finalis untuk maju di ajang penjurian Top Digital Awards 2019 yang dihelat Majalah It Works bekerjasama dengan sejumlah asosiasi TI Telco, lembaga konsultan dan riset Independent. Presentasi penjurian dilakukan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Banyuwangi dengan pemateri Budi Santoso melalui makalah berjudul “Implementasi E-Government di Banyuwangi” yang disampaikan oleh Kasi Infrastruktur Bidang Teknologi Informatika Dinas Kominfo Banyuwangi, Arif Fauzi S Kom, bersama staf, Windy Sindu Pradana, S Kom yang dilakukan pada Rabu (9/10), di Gedung WTC I lantai 18, Jakarta.

Di hadapan tim dewan juri, Arif Fauzi S. Kom memaparkan banyak hal tentang perkembangan terbaru dari proses transformasi digital di wilayahnya, terutama terkait implementasi dan pengembangan E-government di Kabupaten Banyuwangi yang saat ini jadi salah satu program prioritas di bawah kepemimpinan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

“IT merupakan infrastruktur penting yang kini terus dikejar pengembangannya hingga ke desa-desa melalui jaringan fiber optic. Apalagi mengingat wilayah Banyuwangi yang merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur, di mana jarak desa terjauh dengan kota Banyuwangi mencapai 100 km. Melalui pengembangan infrastruktur IT, ini akan jadi solusi efektif untuk mendekatkan jarak dan waktu pelayanan yang dikembangkan melalui E-government ini,” ujarnya.

Layanan e-government mencakup dua aspek, yakni untuk layanan administrasi pemerintah berbasis elektronik, serta layanan public berbasis elektronik. Layanan pemerintah di antara ada e-PAD, e-Kinerja, e-Audit, SIMRAL, dan lainnya. Sedangkan layanan publik berbasis IT, antara lain ada layanan publik desa, PPDB online, Baznas, GIS, dan lainnya. Dalam hal pengembangan layanan berbasis teknologi informasi, Banyuwangi kini juga lebih maju, bukan sekadar Smart City, namun sudah melangkah dengan menggarap lebih dalam lagi, yakni Smart Kampung yang kini jadi salah satu program andalan yang terus ditingkatkan.

Smart Kampung merupakan program pengembangan desa terintegrasi yang memadukan antara penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis serat optik, untuk mendekatkan dan peningkatan kualitas pelayanan ke publik, kegiatan ekonomi produktif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan, serta mengelola sumber daya desanya secara efektif dan efisien.‎ (AC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here