Coba perhatikan garam yang ada di dapur atau meja makan rumah kita, siapa tahu garam itu diproduksi oleh PT Garam (Persero). Produsen garam tertua di Indonesia ini telah berdiri sejak tahun 1921 dan berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur dan Kalianget, Pulau Madura.
“Untuk memenuhi visi dan misinya, sejak tahun bulan Juni 2016 PT Garam telah menjalankan transformasi digital dengan menimplementasikan Enterprise Resource Planning Merah Putih. Dinamakan ERP Merah Putih karena ERP ini adalah karya asli anak bangsa yaitu PT Telkom,” kata Hartono, Direktur Operasi PT Garam saat sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri Top Digital Awards 2019 di Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019.
Diuraikan oleh Hartono bahwa transformasi digital dilakukan karena perseroan saat itu menghadapi sejumlah tantangan dalam hal People, Process, Technology, Information (PPTI). Kondisi people atau karyawan PT Garam mayoritas mayoritas pekerja lapangan dan jarang berinteraksi dengan teknologi baru. Proses Bisnis juga masih menggunakan Standar Operating Procedure (SOP) yang belum disistemkan secara online dan terintegrasi. Teknologi yang digunakan masih manual dan offline. Informasi atau data masih tersebar dimana-mana, tidak terintegrasi, manual, banyak duplikasi, kevalidan data perlu effort untuk melakukan validasi ulang secara manual, dll.
Sebagai solusi untuk mengatasi berbagai tantangan itu maka manajemen PT Garam memutuskan untuk menyamakan langkah yang mencakup tiga aspek yaitu, pertama menetapkan target. “Peningkatan net profit 130 persen di atas RKAP dan melakukan otomatisasi proses bisnis yang dikontrol dengan system dashboard,” kata Hartono. Kedua, kapabalitas atau tools-nya menggunakan ERP dengan berbagai modul dan terakhir, people dengan melakukan transformasi budaya dan perusahaan tambahnya.
Solusi ERP adalah IT tools dan manajemen untuk membantu perusahaan merencanakan dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Dengan sistem ERP, sebuah industri dapat dijalankan secara optimal dan dapat mengurangi biaya operasional yang tidak efisien, seperti biaya inventory (slow moving part, dan lain-lain), biaya kerugian akibat machine fault dan lain-lain bahkan untuk mendukung penerapan konsep JIT (Just In Time) di mana produksi benar-benar disediakan hanya pada saat diperlukan (fast moving).
Pertimbangan memilih ERP karena sudah best practice & proven implemented di beberapa perusahaan terkenal di Indonesia. Sebagai sebuah aplikasi ERP tepat digunakan untuk PT Garam karena dapat mengurangi proses administratif, mendukung cost reduction, menghemat waktu dan peningkatan produktivitas.
Selanjutnya, kontrak penyediaan Enterprise Resources Planning (ERP) dan Information and Communications Technology (ICT) Solution dilaksanakan di acara FGD BUMN di Parapat, Sumatera Utara (28/5) dengan PT. Telkom sebagai perwujudan sinergi BUMN. Dilanjutkan dengan melakukan Kick Off Implementasi ERP bertempat di Kantor Pusat PT Garam, Surabaya, (3/6). Implementasinya dibagi dalam beberapa tahapan atau milestones, pertama Learning to Know pada Juni-Desember 2016; kedua, Learning to Trial Januari-Desember 2017; ketiga, Learning to Execute Januari-Desember 2018; terakhir, Learning to be Digital di tahun 2019 ini.
Indrijo, Kepala Divisi IT PT Garam menjelaskan bahwa modul yang di-deliver untuk PT Garam ini lengkap, diantaranya planning & Perfomance, budgeting, sales, human resources, production, warehouse, procurement, finance & accounting, dan supporting. “ERP Merah Putih ini memiliki capability terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari perencanaan sampai dengan laporan keuangan,” katanya.
Dengan suksesnya implementasi ERP ini, maka PT Garam kini dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas garam bahan baku dan garam olahan untuk mewujudkan kedaulatan garam nasional sehingga dapat lebih memberikan sumbangsih kepada pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.














