PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau WIKA Gedung terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi (IT) guna meningkatkan kualitas produk serta mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) sesuai misi perusahaan.
Salah satu inovasi teknologi unggulan yang sudah diimplementasikan oleh anak usaha PT Wijaya Karya Tbk ini adalah Building Information Modeling (BIM).
“BIM ini satu teknologi untuk mensimulasikan proses konstruksi sedemikian rupa, sehingga kita bisa mengidentifikasikan dari awal hambatan-hambatan apa yang kira-kira bisa diatasi sebelum masuk proses konstruksi,” kata Ganif Achmad Robi, Information System Manager WIKA Gedung dalam presentasinya di sesi Presentasi dan Wawancara dengan dewan juri Top Digital Awards 2019 di Mercantile Athletic Club, WTC Jakarta, pekan lalu.
Dewan juri yang hadir dalam acara yang dihelat oleh oleh Majalah It Works ini adalah Ir Thendri Supriatno, MBA (konsultan bisnis), Setyardi Widodo (Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia/BRTI) dan Pemimpin Redaksi Majalah It Works M Lutfi Handayani.
Menurut teori yang berkembang di dunia, kata Ganif, aplikasi BIM ini ada tiga level. WIKA Gedung saat ini sudah mencapai level 1 dan diharapkan pada akhir tahun 2019 ini sudah bisa masuk level 2. Dalam BIM level 1, perusahaan sudah bisa melakukan capture area, design 3D modeling, clash detection serta kolaborasi antar disiplin.
“Jadi orang bekerja beramai-ramai di lokasi yang berbeda bisa kita akomodir melalui kolaborasi antar disiplin,” kata dia.
Meningkat ke BIM level 2, teknologi yang dipakai adalah 4D-5D. Teknologi ini mengarah ke green building, termasuk dalam hal ini mengatur soal penerangan cahaya lampu yang bisa mengurangi biaya listrik. Dalam BIM level 2 ini juga mencakup time schedule, metode kerja, serta kolaborasi antar fungsi.
Beberapa proyek terbaru dari WIKA Gedung saat ini sudah mendapat sentuhan teknologi BIM yakni proyek Masjid Raya Al-Jabbar di Bandung, proyek kantor pusat Pelindo 3, Jakarta International Equestrian Park, Jakarta International Velodrome serta proyek Jakarta International Stadium yang saat ini mulai digarap perseroan.
Inovasi teknologi unggulan dari WIKA Gedung lainnya adalah Fastbank Online. Ini adalah salah satu fitur aplikasi yang bisa mengoptimalkan mekanisme atau birokrasi di internal perusahaan, sehingga bisa mempercepat proses pembayaran tagihan ke mitra perusahaan atau supplier.
“Salah satu manfaat Fastbank ini adalah mekanisme pembayaran tagihan yang sebelumnya mencapai 60 hari bisa dipercepat jadi 30 hari. Proses yang tadinya melalui 14 meja kita bisa tarik jadi delapan meja. Mekanismenya sudah kami onlinekan, jadi supplier memasukkan tagihan ke kami, terus kita proses ke bank, kemudian dari bank ada pembayaran ke supplier,” kata Ganif.
Menurut dia, fitur teknologi tersebut menjadi unggulan karena sangat membantu internal perusahaan dalam memonitor pembayaran kepada mitra. Terlebih, WIKA Gedung saat ini sedang mengerjakan 50 proyek secara paralel.
“Dari setiap proyek itu rata-rata ada 20 mitra, itu bisa supplier, subkon kemudian ada mandor. Dari setiap mitra ini rata-rata ada 50 transaksi per bulan. Jadi begitu banyak transaksi dikendalikan melalui Fastbank,” ujar dia.
Inovasi teknologi digital yang juga menjadi unggulan WIKA Gedung adalah Executive Dashboard. Dengan teknologi ini, pihaknya bisa memberikan informasi dini ke manajemen. “Kami bisa memberikan alert, dan yang penting juga di area prognosa kita bisa memproyeksikan dari sisi waktunya, cost-nya bertambah atau laba bisa turun berapa,” kata Ganif.
Ada beberapa dashboard yang dikembangkan antara lain dashboard tentang hasil usaha, dashboard human capital, dashboard besi, dashboard alat, dashboard SIM gudang, serta dashboard mobile usaha.
Manajemen WIKA Gedung juga sudah membentuk IT Stering Committee yang diketahui oleh Direktur Humman Capital, Investasi dan Pengembangan.
Secara umum, WIKA Gedung juga sudah memiliki IT Master Plan yang di dalamnya terdapat enam fitur, yakni Marketing & Contract Management, Procurement & Logistic Management, Sourcing Strategy & Supplier Management, Project Monitoring & Control System, Plant Operation Maintenance dan Realty Management.
Menurut Ganif, strategi WIKA Gedung dalam mengimplementasikan IT menggunakan konsep 5A, yaitu dipaksA, terpaksA, bisA, biasA, dan budayA. Dengan strategi tersebut, WIKA Gedung kini menjadi salah satu pemain bisnis konstruksi gedung terkemuka di Indonesia. “Untuk BIM, saat ini kami leading dibadingkan pemain besar lain di Indonesia,” ujar dia.
Penulis: Nurdian














