Home Indeks Business Solution Tantangan menciptakan pengalaman baru perjalanan udara di masa depan dari Aviation X...

Tantangan menciptakan pengalaman baru perjalanan udara di masa depan dari Aviation X Lab

Aviation X Lab ciptakan kembali era perjalanan udara berikutnya
Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, Chairman and Chief Executive Eksekutif Emirates Airline & Group (kedua dari kiri) (Foto: Zeno PR)

Aviation X Lab, aviation-specific incubator global, telah diresmikan di Area 2071 di awal  Oktober 2019 ini. Aviation X Lab juga menjalin kemitraan jangka panjang dengan Emirates, Airbus, Collins Aerospace, GE Aviation, dan Thales. Penyedia telekomunikasi du juga telah berkerja sama sebagai Mitra Inovasi Digital

Bekerja sama dengan Dubai Future Foundation, Aviation X Lab bertujuan untuk membuat inovasi dan menciptakan era penerbangan baru dengan visinya untuk memberi pengaruh positif bagi kehidupan satu miliar orang.

Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, Chairman and Chief Executive Eksekutif Emirates Airline & Group mengatakan: “Penerbangan adalah pondasi bagi ekonomi UEA, berkontribusi untuk sekitar 800.000 pekerjaan dan untuk ekonomi sebesar US$47,4 miliar, yang diharapkan akan meningkat hampir tiga kali lipat pada 2037. Dubai sedang mencari cara untuk mengurangi tantangan di ekosistem penerbangan, dan kami sangat fokus terhadap evolusi teknologi dan inovasi yang berdampak pada industri, komunitas, generasi masa depan serta planet kita.”

“Kami ingin melihat lebih jauh dari bagaimana penerbangan saat ini untuk digabungkan dengan inovasi yang akan ada, akan menciptakan rangkaian ide besar selanjutnya pada dunia penerbangan. Aviation X Lab akan mengidentifikasi, mendukung, mendanai, dan membuat inovasi ini dapat diakses secara global. Tujuan kami adalah mengubah mobilitas manusia.”

Tantangan di Industri Penerbangan

Aviation X Lab mengumumkan dua tantangan terbesar yang kini dihadapi industri penerbangan:

Pertama, karbon negatif industri penerbangan. Meskipun industri penerbangan bertanggung jawab hanya untuk 2% dari emisi karbon dunia, tantangan ini didasarkan pada premis bahwa maskapai penerbangan memproduksi 115gm CO2 per km penumpang, yang berarti 859 juta ton emisi CO2 per tahun. Tantangannya adalah untuk mengurangi ini sebesar 100gm atau 87% menjadi 15gm CO2 per penumpang km pada 2030.

Kedua, Airports to Airportals. Industri wisata diproyeksikan akan terus berlipat ganda dalam 15 tahun ke depan, dengan menambah 3,4 miliar wisatawan baru. Sayangnya, model bandara saat ini merupakan penghambat pertumbuhan penumpang itu. Tantangannya adalah memikirkan kembali model bandara untuk mencapai metrik 10 penumpang per M2 dari infrastruktur bandara dengan waktu transisi maksimum 10 menit antara sisi darat dan sisi udara.

Maka Aviation X Lab mengundang para start-ups, inovator, akademisi, LSM, aktivis, dan perusahaan global untuk berpartisipasi menjawab tantangan-tantangan itu. Inkubator akan memilih tim dan membawa mereka ke Dubai untuk bersama-sama membuat, bereksperimen, dan mengembangkan prototipe di Area 2071. Dilanjutkan ke fase berikutnya, hingga empat tim akan dipilih, dan diundang untuk melakukan pitching ke investor dan pemodal ventura untuk mendapat pendanaan tambahan.

Batas akhir pengiriman solusi yang ditawarkan untuk menjawab kedua tantangan itu adalah awal 2020.

Siklus kerja di Aviation X Lab berlangsung selama 12 bulan dengan lima fase aktif utama: meluncurkan tantangan; mencari start-up secara global; mengesahkan konsep; menjelajahi kelayakan kecepatan, dan mencari sumber pendanaan. Melalui perjalanan ini, Aviation X Lab akan menawarkan dukungan logistik, penelitian, sumber daya, peer feedback, bimbingan, dan kolaborasi yang kuat.

Pembukaan Aviation X Lab di Area 2071

Acara ini menghadirkan demo dari tiga produk utama – satu dari Thales dan dua dari Emirates.

Thales memamerkan Solo, asisten virtual yang didukung oleh Thales TrUE AI (Transparent, Understandable, and Ethical AI). Ini dapat membantu meningkatkan keselamatan dan mendukung pilot pada setiap momen yang menentukan selama penerbangan. Dalam demo, Solo memanfaatkan setiap data yang tersedia untuk secara permanen menyediakan lintasan yang paling efisien bagi awak kabin untuk mengoptimalkan efisiensi penerbangan dan kenyamanan penumpang.

Emirates menunjukkan dua solusi inovatif dengan menggabungkan teknologi AI. Yang pertama, solusi produk AI untuk mendukung tujuan keberlanjutan yang penting – mengurangi limbah makanan. Teknologi ini menyediakan prediksi dan rekomendasi secara real-time yang memastikan pelanggan mendapatkan pilihan pertama mereka dalam penerbangan sambil meminimalkan jumlah makanan yang tidak dikonsumsi.

Yang kedua, Bahja, sebuah aplikasi yang dibuat oleh tim dari UEA Nationals, menggabungkan teknologi pengenalan wajah untuk membantu mengukur kebahagiaan karyawan, dan memberikan masukan secara real-time. Aplikasi ini mendorong karyawan untuk saling membagikan motivasi mereka dengan komunitas pengguna, berkontribusi di tempat kerja yang lebih bahagia, dan karena itu akan menciptakan pelanggan yang lebih bahagia.

Aviation X Lab berdiri pada Oktober 2017 dengan nota kesepahaman yang ditandatangani di hadapan Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA dan Penguasa Dubai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here