BI: Transaksi Uang Elektronik Melonjak 268 Persen

Penulis adam

Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) mencatat tumbuh 4,49 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Oktober 2019. Sementara, pembayaran nontunai menggunakan Kartu ATM atau debit, kartu kredit, dan Uang Elektronik (UE) tumbuh 32,09 persen (yoy).

Hal ini didominasi oleh instrumen Kartu ATM atau debit yang memiliki pangsa 94,55 persen. Untuk transaksi uang elektronik terus meningkat sebesar 268 persen (yoy).
Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, peningkatan itu sejalan dengan preferensi masyarakat terhadap uang digital yang terus menguat serta didukung integrasi uang elektronik dalam ekosistem digital yang meluas.

“Ke depan, Bank Indonesia terus meningkatkan peran sistem pembayaran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi termasuk secara aktif mendorong transformasi ekonomi dan keuangan digital,” kata Perry di Gedung BI, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Lebih lanjut, disampaikan bahwa penguatan peran dalam transformasi digital dilakukan melalui pendekatan komprehensif dengan visi baru Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025.

“Langkah-langkah program konkret maupun juga capaian-capaian yang diharapkan dari implementasi sistem pembayaran SPI 2025 ini akan kami sampaikan secara detil dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia minggu depan,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, transformasi digital dapat dilakukan secara inklusif dengan mengintegrasikan peran serta seluruh pelaku ekonomi. Ini dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai otoritas dan institusi terkait, dalam sebuah ekosistem digital yang terintegrasi.

BACA JUGA

Leave a Comment