BPPT melalui pengkajian dan penerapan teknologi, mulai dari riset aplikasi, development, hingga enginering secara intensif memacu perekayasaan teknologi untuk meningkatkan daya saing, pelayanan publik dan kemandirian bangsa.
Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar mengatakan BPPT akan terus bekerjasama dengan mitra utamanya, industri dan instansi pemerintahan yang lain mengenai perkembangan teknologi yang paling mutakhir. “BPPT ingin menjadi pusat unggulan teknologi yang mengutamakan kemitraan dan pemanfaatan hasil rekayasa teknologi secara maksimum,” katanya pada acara refleksi akhir tahun BPPT 2013 bertema Teknologi Tingkatkan Daya Saing dan Ciptakan Ketahanan Nasional di Jakarta.
Pelaksanaan catatan akhir tahun yang dihadiri empat deputi di lingkungan BPPT, Sekretaris Utama BPPT Jumain Appe serta sejumlah perekayasa BPPT tersebut bertujuan menginformasikan kepada publik, capaian kinerja kegiatan perekayasaan BPPT selama tahun 2013, serta konstribusi kinerja BPPT terkait permasalahan atau isu aktual nasional dan rekomendasi yang diberikan BPPT kepada pemerintah dan masyarakat terkait dengan isu terhangat.
Sementara Jumain Appe, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pelaksanaan program dan kegiatan perekayasaan teknologi sepanjang 2013 telah berjalan baik. BPPT telah memberikan upaya-upaya untuk memberikan solusi teknologi guna meningkatkan daya saing bangsa dan mendukung ketahanan nasional di berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Beberapa isu besar yang mengemuka pada 2013 juga telah ditanggapi dengan baik oleh BPPT,” katanya.
Masih menurut Marzan, sepanjang tahun 2013, BPPT berhasil menghasilkan tiga paten. Tiga paten yang dimiliki BPPT tersebut yakni proses perbanyakan bibit sagu secara ex vitro, proses perbanyakan bibit tanaman jarak secara ex vitro dan proses produksi senyawa Hydroxy Octadecadienoic Acid oleh Kapang Endofit Curvularia Lunata. “Negara yang tidak banyak menghasilkan paten dapat dipastikan tidak memiliki daya saing di sektor industrinya. Marzan menambahkan secara akumulatif sejak tahun 1996 sampai 2013 terdapat 150 paten teraplikasi dan 72 paten terlindungi,” paparnya.
Pelaksanaan program dan kegiatan perekayasaan teknologi oleh BPPT) sepanjang tahun 2013 ditandai dengan upaya-upaya untuk memberikan solusi teknologi guna meningkatkan daya saing bangsa dan mendukung ketahanan nasional di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Beberapa isu besar yang menonjol di tahun 2013 juga telah ditanggapi dengan baik oleh BPPT. Mulai dari banjir Jakarta, kebakaran lahan dan hutan, krisis pangan (impor bahan makanan), kenaikan harga bahan bakar minyak, permasalahan transportasi, e voting dan e KTP serta e rekapitulasi, hingga isu penyadapan yang menerpa pejabat tinggi negara BPPT juga telah memberikan berbagai masukan, kontribusi dan solusi teknologi. (ju/*Bs)














