Satu lagi hadir startup teknologi berbasis di Indonesia yang ingin memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta merevolusi lanskap bisnis. Namanya Desty. Penasaran dengan startup yang satu ini? Ini penjelasan singkatnya.
Desty merupakan startup teknologi solusi commerce yang berkomitmen untuk mendukung cara berbisnis di era digital, hadir dengan visi besar untuk memfasilitasi dunia commerce.
Desty punya misi menyediakan platform solusi komprehensif bagi para pedagang, dengan fokus kuat pada pengalaman omnichannel.
“Pengalaman omnichannel yang diterapkan Desty memungkinkan para pedagang menghubungkan berbagai teknologi yang mereka gunakan dalam bisnis mereka, dengan akses yang mudah dan praktis di satu tempat,” ujar Mulyono Xu, Co-Founder dan CEO Desty saat konferensi pers di Jakarta, 08/08/2023.
Baca: QRIS Bank Indonesia Bantu UMKM Garap Konsumen Milenial
Produk-produk unggulan Desty termasuk omnichannel platform Desty, Desty Page, Desty Store, Desty Chat, dan Desty Wholesale.
Mulyono Xu mengklaim, dari menghubungkan berbagai marketplace dalam satu tempat, hingga memberikan kemudahan pembuatan landing page dan website berjualan, hingga mengelola chat dari berbagai platform, Desty hadir untuk menjadikan pengalaman bisnis lebih efisien dan terintegrasi.
Tim Berpengalaman di Lanskap E-commerce
Lebih jauh, Mulyono mengungkapkan Desty didukung tim ahli yang berpengalaman dari perusahaan-perusahaan ternama seperti Alibaba, Facebook, Google, JD, dan Canva, baik dari Indonesia maupun China.
Ia sendiri membawa pengalaman berharga dalam lanskap e-commerce Indonesia, yang diperoleh melalui kerja kerasnya dalam Grup Alibaba dan sebagai investor ventura. Berkolaborasi dengan Co-founder dan COO, Bill Wang, seorang veteran berpengalaman dari Alibaba, membantu mengarahkan Desty menuju kesuksesan.
Ingin bertemu langsung dengan Desty? Silahkan kunjungi “Indonesia SME Summit & Expo 2023 (ISSE 2023)” di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, yang akan digelar tanggal 29 hingga 31 Agustus 2023.
Baca juga: Riset: 62 Persen Pembiayaan UMKM Tahun 2022 Masih Terpusat di Jawa-Bali















