Home Indeks BSSN Gelar Nobar Dan Diskusi Tren Tantangan Siber

BSSN Gelar Nobar Dan Diskusi Tren Tantangan Siber

Kepala BSSN Hinsa Siburian berikan paparan pada acara Nobar dan diskusi bersama awak media yang berlangsung (4/12), di Djakarta Theater XXI, Jakarta.

Jakarta,ItWorks- Banyak cara dan strategi untuk meningkatkan awareness pentingnya meningkatkan kewaspaan akan ancaman siber di dunia maya. Kali ini, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan hal itu melalui acara nonton bareng (Nobar) Film Midway dan diskusi bertema “Peluang dan Tantangan Ruang Siber Indonesia Menjadi Ekosistem yang Mampu Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Digital” yang berlangsung di Djakarta Theater XXI.

Usai nonton bareng, acara dilanjutkan dengan diskusi dengan menghadirkan narasumber professional yang berkompeten di bidangnya. Di antaranya dari unsur BSSN/Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, Anton Setiyawan; Ketua Bidang Ekonomi Digital Indonesian E-Commerce Association (IdEA), Bima Laga; dan Chief Product Officer Halodoc, Alfonsius P. Timboel.

Nara sumber diskusi yang diadakan BSSN (4/12), di Djakarta Theater XXI, Jakarta.

“Kegiatan nonton bareng dan diskusi siber merupakan bentuk apresiasi BSSN kepada para pelaku ekonomi digital yang telah berhasil menggerakkan roda perekonomian, khususnya melalui sektor ekonomi digital. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, peserta dapat meng-update informasi dan kondisi terkini, serta memiliki strategi dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis dan pasar ekonomi digital sebagai bekal dalam melakukan literasi publik khususnya terkait keamanan siber,” ungkap Kepala BSSN Hinsa Siburian pada acara Nobar dan diskusi bersama awak media yang berlangsung (4/12), di Djakarta Theater XXI, Jakarta.

Dikatakan, dalam upaya mendukung lajunya ekonomi digital, khususnya dari keamanan informasi, BSSN telah mengambil langkah strategis. Termasuk langkah dalam menuju badan siber kelas dunia sebagaimana yang pernah diminta oleh Presiden Joko Widodo. Selama dua tahun sejak berdirinya BSSN, banyak capaian yang diraih. BSSN di antaranya berhasil mendukung agenda keamanan siber pada berbagai agenda nasional maupun internasional. D iantaranya Asian Games 2018, Asian Paragames 2018, Annual Meeting IMF dan World Bank Group 2018, Pilkada 2018, hingga Pemilu 2019.

Ditambahkan, dalam tata kelola dan pelayanan keamanan siber, BSSN menorehkan pencapaian yang membanggakan yaitu meningkatkan peringkat indeks keamanan siber Indonesia dalam Global Cybersecurity Index (GCI) dari peringkat ke-70 pada tahun 2017 menjadi peringkat ke-41 dunia. Adapun di Asia Pasifik Indonesia berada pada posisi ke-9.
Dari sektor pelayanan publik, Balai Sertifikasi Elektronik BSSN tercatat telah mengeluarkan sebanyak 62.183 sertifikat elektronik yang digunakan di 187 instansi (37 Pemerintah Pusat dan BUMN; 150 Pemerintah Daerah, Universitas, Pengadilan Negeri, dan BUMD). BSSN juga aktif melaksanakan kegiatan Kampanye Literasi Keamanan Siber (KliKS BSSN) di kota-kota di Indonesia setiap bulan dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap hal-hal penting yang berhubungan dengan keamanan siber, serta aspek-aspek dasar dalam berselancar di ruang siber.

Dalam waktu dekat, pada 12 Desember 2019 BSSN berencana me-launching Peta Okupasi Keamanan Siber Nasional yang memuat pemetaan okupasi di bidang keamanan siber berdasarkan standar kompetensi, kualifikasi, dan level kompetensi nasional. Pada 12 Desember 2019 mendatang, BSSN berencana me-launching Peta Okupasi Keamanan Siber Nasional yang memuat pemetaan okupasi di bidang keamanan siber berdasarkan standar kompetensi, kualifikasi, dan level kompetensi nasional.

Dalam hal kerjasama internasional, Kementerian Luar Negeri bersama BSSN juga berhasil menjalin kerjasama internasional di bidang keamanan siber melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan Inggris dan Australia, Letter of Intent (LoI) dengan Amerika Serikat dan Belanda, serta Joint Statement dengan Rusia.

Selain itu, BSSN juga telah melakukan kerjasama dan penjajakan kerjasama dengan platform media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, dan Youtube untuk mendukung pemerintah melakukan pemberantasan disinformasi dan hoaks dengan cara menghentikan penyebaran hoaks yang memanfaatkan platform media sosial tersebut.

Terkait sumber daya manusia (SDM), BSSN secara resmi mencatatkan sejarah pembentukan Cyber Warrior pertama kali di Tanah Air, yaitu melalui pengukuhan 110 personil National Security Operation Center (NSOC). Personil ini nantinya akan menjadi punggawa yang mengawaki NSOC, yaitu sebuah pusat komando siber nasional yang akan memonitor operasi keamanan siber pada level nasional secara terpusat.

Menutup sambutannya, Kepala BSSN menekankan kembali apa yang disampaikan oleh Presiden dalam Sambutan HUT Ke-48 KORPRI, bahwa dalam menghadapi perubahan dan persaingan di era ekonomi digital, masyarakat tidak boleh takut dengan dunia digital. Justru harus menghadapi persaingan itu dengan cara-cara baru, dengan terobosan-terobosan baru melalui penggunaan teknologi digital. “Kecepatan, kreativitas dan inovasi adalah kunci. Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Kita harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain,” tandasnya. (AC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here