Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menegaskan peranannya terkait pengadaan bus Transjakarta di DKI Jakarta tahun 2013. Kegiatan BPPT tahun 2013 dimulai dengan kegiatan perencanaan sejak bulan Januari sampai Mei dengan output berupa rekomendasi aspek teknis, gambar, Hak Perkiraan Sendiri, dan dokumen pengadaan.
Ditegaskan BPPT terlibat hanya pada saat diperlukan memberikan keterangan teknis kepada peserta tender. BPPT dilibatkan menjadi bagian dari tim pengendali teknis dan pengawasan Dishub DKI terhadap enam paket yang terdiri dari sekitar 177 armada bus dari sekitar 600 bus yang diadakan DKI Jakarta yang terdiri dari 132 bis kategori articulated, 142 single, dan 300 medium.
“Hingga kini, BPPT sudah menyelesaikan verifikasi 50% bus, sisanya lagi masih belum selesai diverifikasi. Separuh bus tersebut yang telah diverifikasi, sudah dinyatakan layak jalan,” ungkap Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi BPPT Prawoto di sela konferensi pers Peran BPPT Dalam Pendampingan Teknis Pengadaan Transjakarta DKI Tahun 2013 di Jakarta. Lebih lanjut Prawoto mengaku tidak tahu dimana kesalahan BPPT, karena pihaknya hanya membantu pelayanan publik, membantu mencocokkan spesifikasi tender yang ada, dan vendor wajib mengganti kalau memang ditemui adanya kerusakan.
Sementara itu, Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT, Erzi Agson Gani mengatakan beberapa temuan verifikasi yang perlu diperbaiki vendor terdiri dari komponen berkarat, AC tidak berfungsi, mesin sulit dinyalakan. “Hasil temuan ini harus disampaikan ke Dishub agar menjadi tanggung jawab vendor untuk memperbaikinya,” ucapnya.
Selain itu, Jika bus sudah beroperasi dan ditemukan kerusakan atau masalah vendor harus menjamin penuh perbaikannya. Vendor menjamin selama satu tahun atau 100.000 km, jaminan purnajual termasuk penyediaan workshop selama tujuh tahun dan jaminan penyediaan suku cadang asli selama 10 tahun. Saat ini ada tim pengawas yang sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pengawasan untuk memberikan penilaian akhir terkait progres pelaksanaan pekerjaan.
Erzi berkali-kali menegaskan jika BPPT bertugas mendampingi Dishub DKI Jakarta dalam hal memberikan rekomendasi teknis pengadaan bus Transjakartabentuk pendampingan itu berupa memberikan bantuan teknis dalam penyusunan spesifikasi teknis sebagai salah satu acuan dokumen tender, gambar ilustrasi desain, dan pendampingan teknis dalam pengawasan produksi bus Transjakarta . “Tujuan dari kerjasama ini adalah mendampingi Dishub DKI Jakarta mendapatkan produk teknologi berupa bus yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi dan peraturan perundangan yang berlaku,” tuturnya. (*/red)














