ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

LAPAN Siapkan Rp300 Miliar untuk Produksi Drone Tempur Elang Hitam

adam
30 January 2020 | 14:00
rubrik: Digital
BPPT dan PT DI Luncurkan Drone Militer Buatan Indonesia Black Eagle

Drone BPPT

Share on FacebookShare on Twitter

LAPAN menjadi anggota Konsorsium PUNA MALE (Pesawat Udara Nir Awak Medium Altitude Long Endurance) yang bergabung belakangan untuk membangun drone tempur Elang Hitam yang menarik perhatian Presiden Joko Widodo dalam pameran industri pertahanan di Kementerian Pertahanan, 23 Januari 2020.

Pengembangan drone tersebut diinisiasi oleh Badan Litbang Kementerian Pertahanan pada tahun 2015. Dua tahun kemudian pengembangannya resmi dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pembentukan Konsorsium antara BPPT sebagai koordinator bersama Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Udara, ITB, PT Dirgantara Indonesia, dan PT LEN Industri.

Tahun 2019, Lapan menyusul bergabung menjadi anggota Konsorsium. Kendati bergabung belakangan, Lapan sudah diminta menyumbangkan sejumlah inovasi untuk Elang Hitam.

Kepala BPPT, Hammam Riza mengatakan, PUNA MALE misalnya akan dilengkapi dengan Synthetic Aperture Radar (SAR). Radar yang dikembangkan Lapan ini dirancang bisa memindai hingga menembus lapisan tanah.

“Dengan synthetic-aperture radar (SAR) yang kita pasang di MALE bisa menembus sampai kurang lebih 30 sentimeter dari batas tanah sehingga bisa mengukur berapa banyak air yang dikandung,” kata dia.

Peran PUNA MALE yang dilengkapi SAR tersebut akan memantau tinggi muka air di lahan gambut. “Sebelum dia kering, kita harus sirami lahan-lahan gambut supaya tidak muncul kebakaran hutan, atau tidak muncul hot-spot itu,” kata Hammam.

Anggota Konsorsium juga diminta menyisihkan dananya masing-masing untuk pengembangan drone tersebut. BPPT misalnya sudah menyiapkan dana Rp 81 miliar untuk pengembangan Elang Hitam. “Karena ini konsorsium, masing-masing institusi chip-in, istilahnya, mengkontribusikan anggarannya,” kata Hamam.

Deputi Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Lapan, Rika Andiarti mengatakan, Lapan diminta membantu mengembangkan flight control system dengan memanfaatkan satelit untuk Elang Hitam.

“Kalau dari Konsorsium ini, Lapan ditugaskan mengembangkan mission system. Itu terdiri dari baik flight control system, sistem komunikasi, data recorder, dan payload-nya,” kata dia di sela Roll Out PUNA MALE di kompleks PT DI, 30 Desember 2019.

BACA JUGA:  Satelit A5 LAPAN Mampu Petakan Potensi Bencana di Indonesia

Rika mengatakan, Lapan sudah berbekal pengalaman sejak 3 tahun terakhir mengembangkan flight control system untuk mengendalikan drone dari jarak jauh. Lapan baru memiliki flight control system untuk drone dengan ukuran kecil, dengan durasi terbang maksimal 5 jam sehingga butuh pengembangan lagi.

Rencananya, PUNA MALE akan menggunakan sistem kendali dengan memanfaatkan satelit agar bisa dikendalikan dari jarak jauh. BRI-Sat rencananya akan digunakan. Pemerintah misalnya memiliki slot frekwensi KU-Band yang bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan drone PUNA MALE.

“Pakai satelit sehingga di luar line-of-sight kita bisa terus terima datanya secara real-time,” kata Rika.

Rika mengatakan, Lapan juga diminta mengembangkan SAR (synthetic-aperture radar) yang akan di usung oleh PUNA MALE. Sistem radar yang dikembangkan Lapan tersebut saat ini dipergunakan untuk pertanian, hingga mencegah pencurian kayu.

“Lapan juga punya program pengembangan UAV sendiri khusus untuk surveillance. Sudah kita manfaatkan untuk pertanian, untuk illegal loging, juga kebencanaan,” kata dia.

Kepala Pusat Teknologi Penerbangan Lapan, Gunawan Setia Prabowo mengatakan, Lapan berencana menyiapkan anggaran bertahap hingga Rp 300 miliar untuk ikut membangun drone tempur Elang Hitam. Khusus tahun 2020 ini, Lapan sudah menyiapkan Rp 23 miliar. “Total sekitar Rp 300 miliar sampai 2024,” kata dia.

Gunawan mengatakan, Lapan berencana menggunakan dana itu untuk pengembangan development mission system, SAR, serta sistem satelit komunikasi. Dia mencontohkan, Lapan sudah mengembangkan teknologi pengendali drone via satelit. Namun kemampuannya masih terbatas.

Teknologi pengendali drone yang sudah dimiliki Lapan memanfaatkan Satelit Thuraya, satelit komersil. Dengan pemanfaatan satelit BRI-Sat, diharapkan bisa meningkatkan kemampuan teknologi tersebut.

“Thuraya itu kebetulan bandwith-nya kecil, hanya bisa mengirim data telemetri dan capture. Lagi pula biayanya mahal karena komersial. Dengan KU-Band (BRI-Sat), kita bisa command real time dan gambarnya juga bisa kita lihat real time,” kata Gunawan.

BACA JUGA:  Investor Diminta Dukung Microsft

Air-frame untuk prototipe drone PUNA MALE sendiri digarap oleh PT Dirgantara Indonesia. Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI), Elfien Goentoro mengatakan, prototipe tersebut baru berupa development-manufacturing hasil pengembangan bersama Konsorosium.

Uji terbang akan dilakukan tahun ini, sekaligus membangun bertahap 3 unit lagi prototipe PUNA MALE. “Satu ini, kedua nanti untuk sertifikasi, ketiga untuk static-test, ke empatuntuk sertifikasi kombatan,” kata dia, 30 Desember 2019.

Dikutip dari data konfigurasinya, prototipe PUNA MALE 1 menggunakan bahan komposit serat karbon dan glass. Pesawat prototipe 1 ini berfungsi sebagai technology demonstrator. Targetnya untuk menguji kemampuan terbang dalam mode autopilot, yakini take-off dan auto landing.

Sementara prototipe PUNA MALE 2 dan 3 dibangun untuk mengikuti uji sertifikasi serta uji struktur. Pesawat prototipe 2 ini yang akan melewati serangkaian pengujian untuk mendapatkan sertifikasi Indonesian Millitary Airworthiness Authority (IMAA). Konfigurasi pesawat ini untuk menjalankan misi surveilance.

Baru pada prototipe PUNA MALE 4, drone ini akan mendapat penyempurnaan penuh. Di antaranya pemasangan Flight Control System yang pengembangannya dipimpin oleh PT LEN. Konsorsium PUNA MALE merancang drone tempur Elang Hitam mengikuti Design, Requirement, and Objectives (DRO) yang disepakati untuk dipergunakan oleh TNI Angkatan Udara.

Di antaranya mampu mengudara dan mendarat di landasan pendek 700 meter, mengudara hingga ketinggian 20 ribu kaki, memiliki kecepatan maksimal 235 kilometer per jam, dengan durasi mengudara maksimal hingga 30 jam, serta mampu mengusung beban hingga 300 kilogram.

Tags: dronelapan
Previous Post

Lintasarta Support Pemkab Mimika Bangun Commond Center

Next Post

Polri Ungkap Laporan Penipuan Online Capai 2.300 Kasus pada 2019

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Perusahaan Terkemuka Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Terdampak Corona, Samsung Indonesia Pastikan Pasokan Galaxy Z Flip Aman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AFTECH-Jalin Dorong Industri Perkuat Pertahanan Sistem Pembayaran Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto