Fintech Likuid Buka Akses Pendanaan Bagi Industri Kreatif dan Lifestyle

Penulis Churry

Jakarta, Itworks- Dalam rangka mendukung pertumbuhan Industri Kreatif dan Lifestyle, PT Likuid Dana Bersama (Likuid), perusahaan financial technology (fintech) meluncurkan platform daring pendanaan dan investasi crowdfunding. Mengusung tema Acces Granted, Likuid juga membuka akses investasi prinsip urun bersama ini bagi masyarakat luas.

Sejak tahun 2010, industri kreatif Indonesia menunjukkan pertumbuhan pendapatan secara konsisten. Bahkan mampu berkontribusi pada 7% terhadap perekonomian nasional atau secara nominal setara dengan Rp 1.200 triliun. Meskipun demikian, pamor bisnis-bisnis kreatif yang dikenal luas di masyarakat dirasa masih sangat kurang. Dampaknya, ketika pemilik usaha membutuhkan permodalan yang lebih besar dengan jangkauan pendana yang beragam, hal tersebut menjadi sulit dilakukan.

Mengantisipasi persoalan di atas, PT Likuid Dana Bersama (Likuid) meluncurkan platform daring pendanaan dan investasi crowdfunding atau (urun dana). Peluncuran pendanaan ini karena optimis bahwa industri kreatif dan lifestyle masih memiliki prospek lebih besar lagi. Platform pendanaan bisnis dan investasi berbasis urun dana ini, alternatif yang bisa diakses oleh masyarakat umum.

“Kolaborasi di antara inovator (project owners) dan investor melalui skema pendanaan dan investasi Project Financing ini, diharapkan bisa menjadi kemitraan jangka panjang, sehingga industri kreatif Indonesia dapat bersaing di skala global,” ungkap CEO Likuid Kenneth Tali pada acara peluncuran program pendanaan ini pada Kamis (6/2), di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam program ini, Likuid menargetkan dapat menyalurkan pendanaan sebesar Rp 40 miliar pada enam sektor yang menjadi sasaran Likuid yaitu kuliner, e-sports, kecantikan, kesehatan dan start up. Selain itu, ada pula sektor hiburan seperti konser, film dan serial.

Adapun skema pendanaan bisnis dan investasi yang diusung oleh Likuid yaitu Project Financing berbasis bagi hasil dan bagi keuntungan. Dengan skema ini, Likuid menawarkan potensi imbal hasil untuk investor sebesar 12-20%. Skema ini memungkinkan investor dapat berinvestasi secara kolektif dengan minimal pendanaan Rp 100 ribu.

Dengan batasan yang sangat terjanagkau ini, diharapkan bisa menggaet banyak investor dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk millenial. Likuid menargetkan dapat menjaring 2.500 pengguna dalam kurun waktu empat bulan setelah resmi meraih status terdaftar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara ini, Likuid beroperasi dengan status tercatat di regulatory sandbox OJK sejak Juli tahun lalu. (AC)

BACA JUGA

Leave a Comment