Tren Belajar dari Rumah, LinkAja Bidik Transaksi Aplikasi Belajar Online

Penulis adam

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) sebagai pemegang izin uang elektronik LinkAja terus memacu transaksi. Terbaru, LinkAja membidik transaksi belajar online melalui bekerja sama dengan Pahamify.

Dalam kerja sama ini, LinkAja menjadi opsi pembayaran digital pada platform yang menyediakan ribuan video pembelajaran premium beranimasi, kuis, dan ringkasan pelajaran. Pahamify sendiri membidik para pelajar kelas X, XI, dan XII SMA.

“Kerja sama LinkAja dengan Pahamify merupakan bentuk kepedulian kami di bidang sektor pendidikan berbasis online. Setelah hadir untuk memberikan kemudahan transaksi di 26 universitas di Indonesia, kami harap kenyamanan yang LinkAja berikan dalam metode pembayaran di dalam aplikasi ini semakin mendorong para pelajar untuk semakin terbiasa bertransaksi secara non tunai,” ujar Haryati Lawidjaja, Pejabat Operasional Harian Direktur Utama LinkAja dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3).

Mohammad Ikhsan selaku Direktur Pahamify mengatakan kerja sama Pahamify dan LinkAja akan memudahkan akses aplikasi Pahamify untuk para pelajar di seluruh Indonesia. Harga yang ditawarkan dalam pembelian paket belajar secara online di Pahamify relatif terjangkau.

Bila menggunakan LinkAja sebagai metode pembayarannya, harga berlangganan paket untuk satu bulannya sebesar Rp 70,000, sementara untuk durasi 1,5 tahun sebesar Rp 550,000. Selain paket bulanan, terdapat paket untuk persiapan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) berupa tryout online dengan kisaran harga dari Rp 25,000 hingga Rp 250,000.

Selama bulan Maret 2020, LinkAja pun menghadirkan beberapa promo menarik, berupa cashback sebesar 10% dengan maksimal nominal sebesar Rp 25,000 setiap pembelian paket belajar, serta cashback sebesar Rp 35,000 untuk setiap pembelian bundling lima kali tryout online UTBK.

Selain sebagai opsi pembayaran di sektor pendidikan, LinkAja telah dapat digunakan sebagai metode pembayaran pada berbagai kebutuhan esensial masyarakat Indonesia seperti program digitalisasi SPBU bersama Pertamina, pembayaran digital di berbagai moda transportasi publik seperti kereta api, bis, LRT, pesawat, pembelian pulsa di semua operator, pembelian token PLN, serta pembayaran tagihan listrik dan air.

Hingga saat ini, LinkAja menyediakan kemudahan akses cash in dan cash out atau isi saldo dan tarik tunai hingga satu juta titik. Baik berupa bank channel, modern retail, hingga layanan keuangan digital. Keberadaan titik cash-in ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kebiasaan masyarakat untuk bertransaksi secara elektronik.

LinkAja juga telah diterima di lebih dari 400 ribu merchant di seluruh Indonesia, 380 e-commerce, 350 pasar tradisional, jaringan ritel seperti Indomaret dan Alfamart, transportasi umum, serta berbagai transportasi lain seperti Gojek dan Bluebird.

“Kami berharap kemudahan transaksi ini dapat dinikmati oleh seluruh pelajar di seluruh Indonesia. Sebaran pengguna aktif LinkAja yang 83% nya berada di luar Jabodetabek menunjukkan komitmen kami dalam meningkatkan penyediaan akses keuangan digital di luar area ibu kota, karena sejatinya penggunaan uang elektronik dapat dinikmati oleh kalangan unbanked dan underbanked yang tinggal di luar kota-kota besar, demi mendukungnya pemerataan akses keuangan digital di Indonesia,” tambah Haryati.

BACA JUGA

Leave a Comment