Rupiah Melemah, Huawei Tidak Naikkan Harga Hape di Indonesia

Penulis adam

Pelemahan rupiahh terhadap mata uang dolar AS membuat beberapa vendor smartphone di Indonesia mengerek harja jual produknya. Baru-baru ini Oppo dan Xiaomi pun ikut menaikkan harga smartphonenya.

Namun, Huawei Indonesia belum memiliki rencana untuk menggenjot harga jual smartphonenya di Indonesia. Deputy Country Director Huawei Consumer Business Group Indonesia, Lo Khing Seng, mengatakan bahwa Huawei akan tetap mempertahankan harga perangkat Huawei di tengah fluktuatif nilai tukar dolar terhadap rupiah selama pandemi COVID-19.

“Saat ini kita akan menjaga seperti sekarang ini, walaupun dalam fluktuatif yang cukup berisiko. Dalam waktu dua bulan ini jika perubahan tidak sangat drastis tetap pertahankan sekarang ini,” ujar Lo Khing Seng, dalam temu media secara daring, Jumat, (10/4).

Setelah resmi meluncurkan P40 Pro, Huawei juga berjanji untuk menghadirkan perangkat baru dalam ekosistem Huawei untuk menunjang gaya hidup bekerja dan belajar di rumah.

“Peluncuran ini memang keputusan yang dramatis, tapi satu hal kami ingin tunjukkan yaitu optimisme kami. Dalam waktu singkat, kami tetap menunjukkan produk dan skenario baru, terutama di digital ekosistem dan terus mengikuti anjuran pemerintah, dan akan terus berinovasi dan memberikan pelayanan optimum kepada masyarakat,” kata Lo Khing Seng.

Huawei berjanji untuk meluncurkan “saudara” P40 Pro, yakni P40 dan P40 Pro+ pada awal paruh kedua tahun ini. Sementara, Huawei P40 Pro dipilih untuk terlebih dahulu masuk ke pasar Indonesia karena dinilai memiliki spesifikasi yang tidak kalah dengan kompetitor.

Selain dari lini smartphone, Huawei juga akan membawa laptop, tablet dan arloji pintar, yakni Matebook X Pro, MateBook D14, MatePad Pro, dan Watch GT2e. Lo Khing Seng mengatakan perangkat-perangkat tersebut rencananya akan dihadirkan pada paruh waktu kedua tahun ini.

Tidak hanya perangkat keras, Huawei juga berencana untuk terus mengembangkan ekosistem Huawei Mobile Service (HMS), salah satunya dengan menambah aplikasi pada App Gallery.

“Hari ini Dana sudah bisa HMS, hampir 150 apps yang kita approach untuk terus bisa on board di App Gallery. Dalam kondisi sekarang partner kami perlu prioritaskan agenda, memang agak ter-pending, tapi untuk perbankan, payment, terus kita tingkatkan hanya emang butuh waktu,” kata Lo Khing Seng.

Sementara kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tengah dijalankan, Lo Khing Seng mendorong pengguna Huawei untuk membeli perangkat secara online.

“Saat ini karena ada anjuran PSBB, customer yang walk-in sangat terbatas, namun kami masih bisa melakukan secara online dan kami bisa melakukan ke konsumen bisa ke offline to online,tetap melakukan penjualan, lewat e-commerce,” ujar Lo Khing Seng.

BACA JUGA

Leave a Comment