ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Perlindungan Data Jadi Peringkat Pertama Isu Keamanan Bisnis Asia Tenggara

Ahmad Churi
20 April 2020 | 13:42
rubrik: Research
Perlindungan Data Jadi Peringkat Pertama Isu Keamanan Bisnis Asia Tenggara
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ItWorks- Perusahaan keamanan siber, Kaspersky baru saja mengumumkan hasil riset di kalangan pebisnis kawasan Asia Tengga soal isu keamanan. Hasilnya, mereka menemukan bahwa perlindungan data menjadi isu keamanan paling pertama atau prioritas yang terus dibahas.

Setelah organisasi dan bisnis menyaksikan besarnya pelanggaran data yang terjadi selama beberapa tahun terakhir, perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara telah menandai perlindungan data sebagai prioritas utama dalam hal tantangan terkait dengan keamanan TI. Temuan ini dan beberapa hal lain diungkapkan oleh Survei Risiko Keamanan TI Perusahaan Global Kaspersky.

Hasil survei menunjukkan, perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara sudah menyaksikan beragam kasus yang menunjukan rentannya perlindungan data. Hal ini berkaitan langsung dengan menjaga hubungan dengan mitra dan pelanggaran di era digital yang kian berkembang pesat dewasa ini. Di sisi lain, masalah keamanan data ini juga memiliki tantangan. Misalnya terkait adopsi infrastruktur cloud dan biaya untuk meningkatkan keamanan lingkungan teknologi yang semakin kompleks bagi beberapa sektor bisnis.

Disebutkan, berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan hampir 300 pengambil keputusan bisnis TI di Asia Tenggara tahun lalu, perusahaan paling banyak menaruh kecemasan pada serangan yang ditargetkan dan kehilangan data (34%), selanjutnya diikuti oleh kebocoran data elektronik dari sistem internal (31%). Sebanyak 22% responden survey lainnya mengungkapkan kegelisahan terhadap kemungkinan pengawasan atau spionase oleh pesaing. Selain itu, dua dari sepuluh perusahaan di wilayah tersebut juga mengaku bahwa mereka khawatir dalam mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan pada sistem TI yang digunakan.

Insiden yang memengaruhi infrastruktur TI yang diselenggarakan oleh pihak ketiga dan kesalahan penggunaan sumber daya TI oleh karyawan, kedua indicator ini menjadi keprihatinan kritis bagi 18% perusahaan di kawasan ini.

BACA JUGA:  Gara-gara ini Twitter Larang Kaspersky Lab Pasang Iklan

“Dalam kurun waktu tahun terakhir kita telah menyaksikan akibat buruk yang ditimbulkan dari suksesnya aksi serangan siber. Mulai dari pencurian US$ 81 juta terhadap bank sentral hingga pelanggaran data kebocoran nama kasus HIV, berbagai kejadian di masa lalu ini menjadi pelajaran abadi tentang keamanan siber yang harus dipelajari oleh organisasi dan bisnis dalam segala bentuk dan ukuran,” komentar Yeo Siang Tiong, General Manager for Asia Tenggara di Kaspersky dala rilisnya yang diterima redaksi (20/4), di Jakarta.

Belajar dari kasus ini kata Yeo, kini semakin banyak perusahaan lokal yang mulai mempriroitaskan keamanan TI mereka. Riset Kaspersky menemukan rata-rata bisnis di wilayah Asia Tenggara menghabiskan US$14,1 juta untuk meningkatkan keamanan siber. “Sebanyak 84% dari para profesional yang kami survei juga mengonfirmasi rencana untuk meningkatkan anggaran pada area ini dalam tiga tahun ke depan. Ini menjadi hal sangat penting, mengingat kita berada pada era di mana jaringan menjadi lebih maju dan juga semakin kompleks,” ungkap Yeo.

Ditambahkan, dengan kehadiran teknologi 5G dan adopsi industri 4.0 yang cepat, hal ini mendorong perusahaan atau bisnis untuk makin meningkatkan anggaran untuk perlindungan keamanan. Sekitar lima dari sepuluh responde mengaku bakal meningkatkan anggaran untuk mendukung kompleksitas infrastruktur TI.

Perusahaan yang diseruvei juga mencatat bahwa peningkatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keahlian keamanan spesialis (46%) dan disebabkan ekspansi atau kegiatan bisnis baru sebanyak (39%).

Guna membantu perusahaan dalam proses penyusun ananggaran dan memaksimalkan investasi keamanan mereka, Kaspersky merekomendasikan beberapa hal:
• Melakukan evaluasi risiko keamanan siber perusahaan Anda saat merencanakan anggaran. Pertimbangkan biaya untuk perusahaan dan berbagai kemungkinan risiko insiden.
• Andalkan para ahli. Keputusan tentang pembelian alat atau layanan keamanan siber tidak boleh diambil oleh satu orang. Sebelum tahap ini, para analis ahli harus menjelaskan berbagai opsi terbaik untuk harga terbaik.
• Melibatkan manajemen lebih tinggi dalam masalah keamanan siber, termasuk anggaran dan pastikan untuk berkomunikasi dengan baik. Salah satu caranya adalah jangan memberi tahu tentang bagaimana cara kerja keamanan siber, namun tunjukkan risiko bisnis dan kerugian finansial yang dapat hilang apabila mereka tidak meningkatkan sistem keamanan siber.
• Mulailah dengan fondasi kokoh, produk titik akhir khusus yang memiliki manajemen minimum akan memungkinkan karyawan untuk melakukan pekerjaan utama mereka dan tetap terlindung dari malware, ransomware, pengambilalihan akun, penipuan online, dan penipuan dari solusi yang disediakan perusahaan penyedia Solusi IT Security.
• Mengembangkan kemampuan keamanan siber dengan solusi dan layanan yang dibangun dengan intelijen ancaman mendalam. (AC)

BACA JUGA:  Waspada 43 Persen Serangan Siber Sasar UKM
Tags: Kaspersky Lab
Previous Post

Telkomtelstra Buka Akses Gratis Pembelajaran Digital

Next Post

Menyusul Pengendalian IMEI Pengguna HKT Akan Terima Notifikasi Bertahap

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Acer Rilis Jajaran Laptop Aspire AI Copilot+ PC dan All-in-One Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SailPoint Perkuat Keamanan Identitas AI Melalui Integrasi dengan Claude Compliance API

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Umumkan Core Compute Regions Baru, Jaringan Cloud Akamai Paling Tersebar di Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto