ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Penelitian Criteo: eCommerce melihat adanya kenaikan signifikan di tengah pandemi COVID-19

Teguh Imam Suyudi
17 April 2020 | 18:00
rubrik: Research
Tahun 2020, Produk UMKM Lokal Terus Tumbuh di Tokopedia

Tahun 2020, Produk UMKM Lokal Terus Tumbuh di Tokopedia

Share on FacebookShare on Twitter

Criteo S.A, perusahaan teknologi global yang mendukung marketers dunia dengan periklanan yang efektif dan terpercaya, mengumumkan hasil penelitian mereka mengenai analisis dampak COVID-19 terhadap industri eCommerce. Data Criteo menunjukkan bahwa sekitar setengah dari semua negara di dunia mengalami peningkatan dalam angka penjualan online (Data Criteo: Indeks Penjualan Mingguan, tahun 2020 dibandingkan dengan rata-rata pada 1-28 Januari 2019. Kelompok pemain ritel yang sama dengan pelacakan penjualan yang stabil selama periode 2019 dan 2020). Ini mungkin disebabkan oleh pergeseran perilaku pembeli karena konsumen melakukan social distancing.

Juga dengan bulan Ramadan yang akan dimulai dari 23 April hingga 23 Mei tahun ini, lonjakan pembelian eCommerce diperkirakan akan meningkat lebih tinggi karena umat Muslim akan mencari kebutuhan secara online untuk mempersiapkan perayaan di tengah-tengah pembatasan sosial yang akan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan, dengan adanya kemungkinan untuk diperpanjang sampai setelah Ramadan.

“Traffic web harian melonjak lebih dari 50% secara global (Akamai: Monitor Enterprise Threats). Perdagangan online sekarang telah menjadi esensial untuk konsumen Asia Pasifik ketika mereka berpindah ke platform online – baik bekerja dari rumah atau menghabiskan waktu luang, karena pandemi kesehatan global,” kata Pauline Lemaire, Director of Account Strategy Criteo for Large Customers, SEA, Hong Kong and Taiwan dalam siaran pers ke media, (16/4).

“Kami juga menyadari tren ini di Indonesia. Kami memperkirakan hal ini akan tetap berlanjut, terutama selama bulan Ramadan di mana lebih banyak orang yang diharapkan untuk beralih ke belanja online dalam rangka persiapan memasuki momen keagamaan ini. Brand dan pemain ritel sekarang dihadapkan dengan tantangan baru dalam membantu pembeli mempertahankan tradisi mereka dan juga meyakinkan, serta membuktikan bahwa kesinambungan bisnis terjaga di saat yang sama.“

Social distancing dan pembatasan perjalanan telah mengubah rutinitas harian dan cara konsumen bekerja, berbelanja, dan bermain. Marketer perlu mengakui kenyataan baru ini dan menyesuaikan kampanye mereka dengan pola interaksi pembeli dengan pelaku bisnis dan satu sama lain.

“Mirip dengan banyak negara lain, kebijakan social distancing di Indonesia diartikan bahwa hanya bisnis-bisnis penting seperti kebutuhan sehari-hari, pengiriman dan logistik tetap beroperasi penuh selama periode ini. Dengan meningkatnya ketergantungan pada eCommerce di masa ini, brand dan pelaku ritel harus memastikan jaringan logistik dan kapasitas pemenuhannya cukup kuat, serta memastikan stok barang lengkap untuk memenuhi pertumbuhan permintaan untuk perdagangan online,” tambah Lemaire.

BACA JUGA:  Dukung Tenaga Medis, Sucofindo Bantu Cegah Covid-19 di Sulawesi Selatan

Meningkatkan kapasitas jaringan logistik, pemenuhan dan stok barang untuk menghadapi lonjakan penjualan yang belum pernah terjadi sebelumnya

Melihat tren di sekitar Ramadan selama beberapa tahun sebelumnya di Asia Tenggara yang meliputi Indonesia dan Malaysia, peningkatan penjualan mencapai puncaknya pada minggu ketiga untuk 2018 dan 2019. Tahun lalu, Malaysia dan Indonesia khususnya, melihat traksi yang lebih besar dengan kenaikan 106%, dibandingkan dengan peningkatan 90% pada 2018.

Khusus untuk Indonesia, traffic harian yang dicatat dalam indeks dan penjualan untuk ritel online mengalami peningkatan sebesar 115% pada 2019 dibandingkan dengan 2018, yang mencatat peningkatan sebesar 44%.

Pembeli juga lebih aktif seminggu sebelum Ramadan dan minggu pertama Ramadan pada 2019, bila dibandingkan dengan 2018. Ini menunjukkan perubahan dalam perilaku konsumen – peningkatan pembelian di menit terakhir tepat sebelum dimulainya bulan ibadah ini. Mengingat lonjakan transaksi online tahun ini yang diproyeksikan karena adanya COVID-19, pemain eCommerce harus bersiap untuk lonjakan penjualan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Dengan meningkatnya ketergantungan pada eCommerce selama ini, brand dan pelaku ritel harus memastikan bahwa jaringan logistik dan kemampuan pemenuhannya cukup kuat dan stok barang lengkap untuk memenuhi pertumbuhan volume permintaan dan transaksi,” tambah Lemaire.

Fokus pada hal-hal yang penting bagi konsumen pada ekonomi social distancing 

Penjualan ritel online di Asia Tenggara mengalami peningkatan yang lebih tinggi tahun ini dibandingkan tahun 2019, dengan peningkatan penjualan tertinggi terlihat pada minggu 23 Maret sebesar 82%. Sementara jumlah ini diperkirakan akan meningkat dengan momen Ramadan yang akan datang, pembeli akan lebih memprioritaskan kebutuhan untuk ekonomi social distancing, lebih dari sekedar kegiatan keagamaan.

Data belanja Ramadan sebelumnya dari Criteo telah menunjukkan bahwa kategori produk teratas biasanya adalah Pakaian, Kesehatan dan Kecantikan, Elektronik, Mainan dan Game serta produk Rumah Tangga. Tren belanja saat pandemi memang sedikit mencerminkan apa yang terlihat selama bulan Ramadan, terutama dalam kategori produk. Pakaian adalah segmen populer selama periode ini. Sepatu, pakaian luaran dan celana telah muncul sebagai kategori teratas dengan peningkatan penjualan online masingmasing sebesar 55%, 3% dan 2%.

Demikian pula, produk Kesehatan & Kecantikan juga mengalami peningkatan penjualan, seperti yang diwakili oleh kosmetik dan produk rias, yang telah meningkatkan penjualan online sebesar 58%.

BACA JUGA:  Menko Perekonomian: Presiden Arahkan K/L Gunakan Produksi Dalam Negeri

Dari 30 Januari (tanggal dimulainya pemantauan data sesuai dengan pernyataan WHO tentang COVID-19 sebagai wabah) hingga 5 April 2020, data Criteo dari berbagai pasar tentang keseluruhan tren eCommerce telah menunjukkan bahwa:

  • Pembeli berbelanja lebih banyak untuk barang-barang yang mendukung kualitas hidup, kenyamanan dan hiburan sebagai bentuk adaptasi dengan kehidupan yang hampir seluruhnya berada di dalam ruangan.
  • Barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti bumbu dapur dan biji-bijian telah mengalami peningkatan penjualan online dari 16 Februari hingga 15 Maret. Bahan makanan yang cukup tahan lama mengalami peningkatan terbesar karena konsumen dihimbau untuk tinggal di rumah selama masa-masa sulit ini dan oleh karena itu mereka memilih jenis-jenis makanan yang tahan lama.
  • Seiring meningkatnya konsumen yang menyesuaikan diri dengan bekerja dan belajar dari rumah, segmen elektronik mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam penjualan online secara global. Ini diperkirakan akan berlanjut hingga Ramadan karena ibadah dan pertemuan sosial yang biasa dilakukan akan digeser ke pertemuan digital sehingga memerlukan perangkat elektronik untuk menjalankan tradisi.
  • Penjualan furnitur mengalami peningkatan global sepanjang Maret tahun ini karena lebih banyak konsumen berencana untuk membangun ruang kerja yang kondusif di rumah seiring peningkatan langkah-langkah kerja jarak jauh. Ini akan terus berlanjut selama bulan Ramadan karena mayoritas konsumen harus tinggal di dalam rumah dan akan mencari cara untuk membuat rumah mereka nyaman.
  • Semakin banyak konsumen mencari pakaian yang nyaman karena mereka menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Ini termasuk membeli lebih banyak pakaian yang sesuai untuk latihan kebugaran di rumah.

“Brand dan pelaku ritel perlu memikirkan jenis produk yang dapat melengkapi banyaknya rutinitas dalam ruangan atau menciptakan pengalaman konsumen dalam social distancing economy karena semakin banyak orang menghabiskan waktu di dalam rumah. Penting juga bagi brand dan pelaku ritel untuk mempertimbangkan penyajian penawaran mereka saat ini. Misalnya, iklan yang menunjukkan produk yang cocok di dalam ruangan akan lebih disukai dibandingkan dengan yang menggambarkan kegiatan di luar ruangan atau tempat yang ramai,” kata Lemaire.

BACA JUGA:  Holding Perkebunan Nusantara Siapkan Skenario The New Normal

Amati dengan cermat pola belanja konsumen untuk pendekatan penargetan yang lebih baik

Belanja lebih sering terjadi ketika matahari terbenam. Data Ramadan Criteo telah mengungkap bahwa aktivitas ritel online dari Malaysia dan Indonesia selama Ramadan 2019 melonjak pada jam 3 pagi setiap hari.

Lalu lintas situs online mulai meningkat pada pukul 3 pagi, menunjukkan bahwa pembeli mulai menelusuri pembelian mereka ketika mereka bangun untuk mempersiapkan hari. Pada jam 4 pagi, penjualan ritel di bulan Ramadan lebih tinggi 3,5x lipat dibandingkan rata-rata harian. Ada penurunan penjualan yang signifikan pada jam 6 sore ketika pembeli Muslim menyiapkan buka puasa.

Bahkan ketika penjualan di perangkat desktop terus menyumbang lebih dari 80% dari semua penjualan ritel, pembelian di perangkat mobile menawarkan kenyamanan kepada konsumen untuk berbelanja di genggaman mereka. Penggunaan ponsel meningkat selama bulan Ramadan karena konsumen menggunakan aplikasi keagamaan online untuk salat, layanan pengiriman bahan makanan serta makanan jadi, aplikasi hiburan, dan komunikasi. Pangsa seluler mingguan dalam penjualan melonjak menjadi 39% selama Idul Fitri tahun lalu.

Ini semakin menyebabkan peningkatan penjualan dalam perangkat aplikasi mobile. Pada tahun 2019, penjualan dalam perangkat aplikasi mobile tumbuh hingga 83%, menunjukkan bahwa konsumen mungkin tergerak untuk membeli lebih banyak melalui aplikasi mobile karena perangkat tersebut memberikan pengalaman belanja yang mudah dan nyaman.

Lemaire menambahkan, “Selain memastikan stok yang cukup sepanjang musim ini, brand dan pelaku ritel online juga harus menyusun rencana agar dapat memanfaatkan waktu emas ini untuk menghasilkan transaksi. Selain merencanakan kegiatan promosi tengah malam dan penjualan kilat, ada baiknya mempertimbangkan untuk memperluas pendekatan ini di kurun waktu 03:00 – 04:00 yang sarat akan proyeksi penjualan.”

Tambahan Pertimbangan untuk Marketers

Pantau tren kategori dengan cermat: Pemasar perlu memberikan perhatian lebih dekat untuk mengetahui apa yang terjadi dan apa yang akan penting bagi konsumen selama periode ini. Mereka harus fokus pada perluasan segmen seperti pembelajaran di rumah, kerja jarak jauh, pelatihan kebugaran di rumah, dan hiburan.

Ciptakan percakapan yang relevan dengan konteks hari ini: Saat melakukan kampanye marketing masih dapat dilakukan, lakukanlah dengan mengunggulkan produk yang paling relevan bagi konsumen. Ajakan kampanye harus berfokus pada stok, pengiriman sampai ke depan pintu, dan pengalaman konsumen.

Libatkan audiens: Jelajahi format iklan interaktif untuk memikat pembeli yang berkualitas, karena orangorang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dan ingin dihibur.

Baca: Solusi Untuk Meraih Traffic Baru Untuk Meningkatkan Engagement

Tags: Covid-19Criteo
Previous Post

Tiket.com Serahkan Bantun APD Kepada ACT

Next Post

LINE Luncurkan Stiker Edukasi COVID-19

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SailPoint Perkuat Keamanan Identitas AI Melalui Integrasi dengan Claude Compliance API

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Acer Rilis Jajaran Laptop Aspire AI Copilot+ PC dan All-in-One Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Umumkan Core Compute Regions Baru, Jaringan Cloud Akamai Paling Tersebar di Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto